Operasi Patuh Mahakam 2026 Digelar 14 Hari di Kaltim, 7 Pelanggaran Jadi Sasaran Prioritas

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 14:16:01 WIB
Apel gelar pasukan Operasi Patuh Mahakam 2026 digelar di Mapolda Kaltim, dipimpin Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Rustam Mansur.

BALIKPAPAN — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggelar apel gelar pasukan Operasi Patuh Mahakam 2026 di Mapolda Kaltim. Apel dipimpin Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Rustam Mansur, S.I.K., M.M., sebagai tanda dimulainya operasi kepolisian untuk meningkatkan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kaltim.

Operasi kali ini mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan." Pelaksanaannya berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Tujuh Pelanggaran yang Jadi Sasaran Prioritas

Polda Kaltim menetapkan sejumlah sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Mahakam 2026. Penetapan ini bertujuan meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan potensi kecelakaan.

  • Pengendara sepeda motor tanpa helm berstandar SNI
  • Pengemudi dan penumpang kendaraan tanpa sabuk pengaman
  • Pengendara yang menggunakan telepon seluler saat berkendara
  • Pelanggaran rambu dan marka jalan
  • Menerobos lampu merah
  • Berkendara melebihi batas kecepatan
  • Melawan arus lalu lintas

Rustam menyebut ketujuh poin itu sebagai fokus utama penindakan selama dua pekan ke depan. "Adapun yang menjadi sasaran prioritas meliputi pengendara motor tanpa helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, pelanggaran rambu atau marka, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, dan melawan arus," ujarnya.

Polisi Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Tema operasi tahun ini menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Dukungan dan kesadaran masyarakat dinilai sama pentingnya dengan pengawasan petugas.

"Tema ini menegaskan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas yang kondusif, tetapi butuh kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat," demikian disampaikan dalam amanat apel.

Polri mendorong penguatan sinergi dengan instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, dan tenaga pendidik. Kolaborasi itu diharapkan menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas yang berangkat dari kesadaran pribadi, bukan semata karena ada pengawasan atau penindakan.

Imbauan ke Warga Kaltim

Polda Kaltim mengimbau masyarakat mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026 dengan mematuhi aturan berkendara. Warga juga diminta melengkapi perlengkapan keselamatan serta mengutamakan sikap disiplin dan saling menghormati di jalan raya.

Melalui operasi dua pekan ini, kepolisian berharap kesadaran berlalu lintas warga Kaltim meningkat. Target akhirnya adalah kondisi lalu lintas yang tertib, aman, lancar, dan berkeselamatan di seluruh wilayah provinsi.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: tribratanewspoldakaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top