Harga Emas Antam Bertahan Rp2,540 Juta, BSU Rp900 Ribu Jadi Sorotan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:22:31 WIB
Harga emas Antam bertahan di Rp2,540 juta per gram dengan harga buyback Rp2,335 juta per gram.

KALIMANTAN TIMUR — Harga emas batangan Antam di Butik Emas Antam tidak berubah, tetap dijual Rp2,540 juta per gram dengan harga buyback Rp2,335 juta per gram. Di saat bersamaan, Bantuan Subsidi Upah (BSU) periode Oktober–Desember 2026 direncanakan cair Rp900 ribu bagi pekerja yang memenuhi kriteria, meski jadwal resmi penyaluran belum diumumkan.

Dua topik mendominasi pemberitaan ekonomi sepanjang Sabtu, 24 Oktober 2026: pergerakan harga emas Antam dan kepastian pencairan BSU. Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk yang dijual di Butik Emas Antam tercatat stagnan dibandingkan posisi sebelumnya, sementara BSU masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Stagnasi harga emas Antam terjadi di tengah gejolak pasar komoditas global. Harga minyak mentah Brent melesat mendekati USD117 per barel, level tertinggi sejak Mei dan nyaris menyentuh puncak harga pada periode perang Iran.

Harga Emas Dunia Tertekan Lonjakan Minyak

Di pasar internasional, harga emas spot merosot di bawah USD4.000 per troy ons. Posisi tersebut membawa emas dunia menuju penurunan mingguan terdalam dalam lebih dari empat bulan terakhir.

Pemicunya adalah kekhawatiran inflasi yang muncul akibat lonjakan harga minyak mentah. Ketegangan di Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, dan tekanan inflasi biasanya mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Bagi investor emas dalam negeri, kombinasi harga Antam yang stagnan dan pelemahan emas global menciptakan situasi yang perlu dicermati. Harga buyback Rp2,335 juta per gram menjadi acuan jika pemegang emas ingin merealisasikan keuntungan.

Syarat dan Cara Cek BSU Rp900 Ribu

Bantuan Subsidi Upah 2026 kembali menjadi perhatian pekerja menjelang periode penyaluran Oktober hingga Desember. Pemerintah merencanakan bantuan sebesar Rp900 ribu bagi pekerja atau buruh yang memenuhi kriteria penerima.

Masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi terkait jadwal pencairan dan mekanisme penyaluran. Hingga kini belum ada kepastian tanggal, sehingga pekerja disarankan memantau kanal informasi resmi pemerintah.

Selain BSU, Kementerian Sosial melakukan pembaruan data penerima bantuan sosial untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Penerima yang dinonaktifkan dapat mengajukan reaktivasi dengan memenuhi syarat dan mengikuti langkah yang ditetapkan Kemensos.

Sentimen Global yang Perlu Dicermati Investor

Lonjakan minyak Brent mendekati USD117 per barel menjadi sinyal penting bagi pasar keuangan domestik. Tekanan inflasi global berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral, termasuk arah kebijakan Bank Indonesia.

Bagi pelaku pasar, kombinasi harga komoditas energi yang tinggi dan emas yang tertekan mencerminkan pergeseran preferensi aset. Emas kehilangan daya tarik jangka pendek ketika ekspektasi inflasi mendorong kenaikan imbal hasil obligasi.

Pemegang emas Antam perlu memantau pergerakan harga global sebelum mengambil keputusan jual atau tambah posisi. Sementara pekerja yang menantikan BSU disarankan melengkapi dokumen dan memastikan data terdaftar di sistem pemerintah agar tidak terhambat saat pencairan resmi diumumkan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top