Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Pecat Ajudan Usai Intimidasi Mahasiswa GMNI di Halaman Kantor Gubernur Samarinda

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:46:31 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyampaikan keputusan pemecatan ajudannya saat menerima massa aksi mahasiswa di Samarinda.

SAMARINDA — Keputusan pemecatan disampaikan Rudy saat menerima massa aksi mahasiswa yang menuntut pencopotan ajudannya. Sebelum menyatakan sikap, gubernur meminta demonstran menenangkan diri.

Insiden yang memicu tuntutan terjadi di halaman Masjid Nurul Mukminin, kompleks Pemprov Kaltim, Senin (19/10). Saat itu mahasiswa GMNI Samarinda baru selesai beraksi soal penanganan kebakaran hutan dan lahan dan bersiap pulang setelah azan Magrib.

Bermula dari Rekaman Ponsel Kader GMNI

Kader GMNI, Rossa Tri Rahmawati, merekam kedatangan Rudy dan menanyakan alasan gubernur tak menemui mahasiswa selama aksi berlangsung. Menurut Rossa, setelah gubernur melewatinya, ajudan tersebut menangani ponsel miliknya.

Kader lain, Ridwan, mengaku mengalami kontak fisik dengan ajudan hingga situasi memanas. Rekaman kejadian itu kemudian menyebar di media sosial dan memicu gelombang kecaman.

Gubernur: Kita Pecat, Kita Kembalikan ke Satuannya

Di hadapan massa, Rudy menyatakan sikapnya secara terbuka. "Berkenaan tadi yang pertama, saya pribadi... saya ingin menyampaikan... kita pecat. Setuju kita pecat?" ujar Rudy, disambut seruan setuju dari mahasiswa.

Gubernur kemudian menegaskan langkah lanjutan terhadap ajudannya. "Kita tarik beliau, kita kembalikan ke satuannya. Aman itu. Itu beres," kata Rudy.

Rudy juga menyatakan akan menandatangani surat yang disodorkan perwakilan mahasiswa pada hari itu. "Suratnya bisa ditandatangani, hari ini saya tandatangani di sini," ujarnya.

Asky Akui Arogan dan Minta Maaf lewat Video

Sebelum keputusan pemecatan diumumkan, Asky menyampaikan permohonan maaf melalui video klarifikasi yang beredar. Polisi berpangkat brigadir satu itu mengakui sikapnya arogan dan menyebut tindakannya sebagai kesalahan yang tak dapat dibenarkan.

Asky menyatakan perbuatannya dilakukan secara spontan tanpa instruksi siapa pun, dan berjanji tidak mengulanginya. "Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya," ujar Asky dalam video tersebut.

Pencopotan Asky dari posisi ajudan menutup tuntutan utama mahasiswa dalam aksi itu. Gubernur belum merinci kapan surat pemecatan diteken dan ke satuan mana Asky dikembalikan.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: eksposkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top