Danantara Mulai Borong Saham BUMN, Pandu Sjahrir Sebut Valuasi Menarik

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:50:01 WIB
Danantara mulai membeli saham BUMN di pasar modal pada 21–22 Oktober 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Danantara resmi mulai membeli saham-saham BUMN di pasar modal Indonesia pada Rabu (21/10/2026) dan Kamis (22/10/2026), dengan nilai akumulasi yang akan terus bertambah sesuai kondisi pasar. Langkah ini diambil karena Danantara menilai valuasi emiten pelat merah kini berada di level menarik setelah pasar saham domestik tertekan isu MSCI.

Paragraf pembuka: Keputusan Danantara masuk ke pasar modal diambil di tengah tekanan yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai catatan dari MSCI dipublikasikan. Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir menyatakan pembelian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan serta potensi imbal hasil investasi.

Strategi Akumulasi Bertahap

Pandu menjelaskan, Danantara tidak mengejar target volume pembelian dalam waktu singkat. Porsi akumulasi saham akan disesuaikan dengan pergerakan harga dan daya tarik valuasi yang muncul di pasar.

"Dari kemarin, hari ini, kita sudah mulai beli saham-saham yang ada yang kami lihat menarik. Kita terus selama harga menarik, dengan prospek yang baik," ujar Pandu di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).

Pendekatan itu mencerminkan orientasi investasi yang menyeimbangkan risiko dan potensi keuntungan. Danantara menyatakan telah masuk ke pasar modal dan akan menambah portofolio bergantung pada kondisi pasar ke depan.

"Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik, dan kami juga sudah mulai masuk ke pasar modal. Tentunya itu akan bertambah terus tergantung nanti kondisi pasarnya," kata Pandu.

Mengapa Saham BUMN Jadi Incaran

Pandu menilai emiten pelat merah memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang kuat. Menurut dia, kombinasi itu membuat saham BUMN memberikan peluang investasi menjanjikan bagi Danantara.

"Prospek-prospek secara fundamental perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal Indonesia, apalagi yang merupakan BUMN, memang sangat menarik," ujar Pandu.

Penilaian itu muncul saat harga saham sejumlah emiten BUMN berada di bawah rata-rata historisnya akibat sentimen negatif dari luar. Bagi investor jangka panjang seperti Danantara, kondisi tersebut justru membuka ruang masuk dengan harga lebih murah.

Respons terhadap Tekanan MSCI

Pembelian saham ini menjadi jawaban langsung atas kekhawatiran pasar setelah catatan MSCI berdampak pada pergerakan IHSG. Alih-alih menunggu sentimen mereda, Danantara memilih memanfaatkan pelemahan harga sebagai momentum akumulasi.

Langkah tersebut sekaligus mengirim sinyal ke pelaku pasar bahwa sovereign wealth fund milik negara ini memiliki ruang fiskal untuk menopang pasar. Danantara akan terus mencermati kondisi pasar dan kekuatan fundamental perusahaan sebelum menambah portofolio investasinya.

Strategi itu diterapkan demi menjaga potensi keuntungan dengan tetap memperhitungkan dinamika risiko pasar. Bagi investor ritel, pergerakan Danantara menjadi indikator arah kepercayaan institusi besar terhadap prospek jangka panjang saham BUMN di tengah gejolak sentimen global.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top