KALIMANTAN TIMUR — Asam folat 600–800 mcg per hari jadi salah satu kebutuhan yang paling sering diabaikan ibu hamil di trimester pertama. Enam kebiasaan berikut kerap dianggap sepele, padahal bisa memengaruhi tumbuh kembang janin sejak minggu-minggu awal kehamilan.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Budi Darmawan membagikan daftar kesalahan yang sering dilakukan ibu hamil di trimester pertama melalui akun Instagram @budidarmawanspog. Salah satu yang paling menonjol adalah soal asupan asam folat yang tidak tercukupi.
Trimester pertama memang jadi masa paling rentan. Tubuh berubah cepat, keluhan muncul satu per satu, sementara janin sedang membentuk organ vitalnya.
Asam folat dibutuhkan untuk pertumbuhan sel dan organ janin, sekaligus membantu mengontrol tekanan darah ibu hamil. Data Kementerian Kesehatan lewat laman Ayo Sehat menyebut kebutuhan asam folat ibu hamil mencapai 600–800 mcg per hari.
Nutrisi ini mudah ditemukan di kacang-kacangan seperti kedelai, polong, dan kacang tanah, juga hati, telur, serta sayuran hijau. Kekurangan asam folat bisa mengganggu pertumbuhan janin dan memicu preeklamsia, komplikasi kehamilan yang ditandai tekanan darah tinggi dan protein pada urine.
Mual dan muntah memang lumrah di awal kehamilan. Masalahnya, kondisi ini sering membuat ibu kehilangan selera makan hingga enggan minum karena takut mual lagi.
Kemenkes menyarankan ibu hamil yang mual untuk makan dalam porsi kecil tapi lebih sering. Kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi dengan air putih. Mual dan muntah berlebihan bisa membuat tubuh kekurangan cairan dan nutrisi.
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 2024 terbitan Kemenkes menegaskan ibu hamil tidak boleh minum obat tanpa resep dokter dan tidak boleh mengonsumsi jamu selama kehamilan. Produk herbal yang terkesan alami belum tentu aman untuk janin.
Sebelum minum obat, vitamin, suplemen, atau produk herbal apa pun, konsultasikan dulu ke dokter atau bidan. Obat yang sudah diresepkan dokter juga jangan dihentikan sendiri tanpa pembicaraan ulang.
Hamil bukan berarti harus terus berbaring. Selama kondisi kehamilan sehat dan tidak ada larangan dokter, ibu hamil tetap bisa beraktivitas fisik sesuai kemampuan tubuh.
Buku KIA 2024 mencantumkan latihan fisik yang aman, mulai dari pemanasan, peregangan, senam panggul, sampai pendinginan. Jalan kaki, yoga prenatal, dan berenang juga masuk pilihan. Yang perlu dihindari justru memaksakan olahraga berat saat tubuh sedang tidak memungkinkan.
Mual, mudah lelah, atau rasa tidak nyaman lain memang bagian dari proses kehamilan. Tapi tidak semua keluhan boleh dibiarkan begitu saja.
Kemenkes mencatat sejumlah tanda bahaya yang perlu diperhatikan ibu hamil, seperti perdarahan, demam tinggi, dan nyeri perut hebat. Keluhan muntah berlebihan juga tidak bisa dianggap remeh karena berisiko dehidrasi.
Informasi seputar kehamilan berserakan di internet, dari forum sampai media sosial. Tidak semuanya akurat dan sesuai dengan kondisi masing-masing ibu.
dr. Budi mengingatkan setiap kehamilan bisa berbeda. "Jangan ragu konsultasikan keluhan atau perubahan yang kamu rasakan dengan dokter kandungan," ujarnya dalam unggahan tersebut.
Perdarahan, demam tinggi, nyeri perut hebat, atau muntah berlebihan sebaiknya tidak ditunda. Segera periksakan ke dokter atau bidan terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.
Trimester pertama adalah fondasi kehamilan. Memenuhi asam folat, menjaga asupan makan dan minum, serta menyaring informasi dengan konfirmasi ke tenaga kesehatan membuat langkah awal kehamilan lebih tenang.