PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026, Hemat Energi 5,8 Juta kWh per Tahun

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46:02 WIB
PLTS Atap Pupuk Kaltim meraih ASEAN Energy Awards 2026 dalam rangkaian ASEAN Energy Business Forum di Manila.

BONTANG — Penghargaan tingkat Asia Tenggara itu diberikan atas inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pada bangunan pendukung operasional Pupuk Kaltim. Ajang AEA menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Energy Business Forum 2026 yang digelar di Manila.

Maslani menyebut PLTS Atap digagas sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendorong transisi energi dan dekarbonisasi industri. Proyek tersebut merepresentasikan upaya Pupuk Kaltim mengintegrasikan energi baru terbarukan (EBT) ke dalam operasional industri secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Menurut Maslani, transisi energi bukan sekadar upaya menekan emisi. Langkah itu juga menjadi strategi meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

"Melalui pemanfaatan PLTS Atap, kami berupaya membuktikan bahwa pengembangan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan keandalan operasional industri," ujar Maslani.

Kapasitas Terpasang Capai 3,8 MWp dengan Availability Factor 98 Persen

Hingga kini, total kapasitas terpasang PLTS Atap Pupuk Kaltim mencapai 3,8 megawatt peak (MWp). Rinciannya, Fase 1 sebesar 1,2 MWp dan Fase 2 sebesar 2,6 MWp.

Sistem tersebut memiliki availability factor 98–98,6 persen. Total produksi energinya mencapai 4.723.458 kilowatt-hour (kWh) per tahun.

"Capaian ini menunjukkan bahwa energi surya dapat menjadi bagian dari sistem energi pendukung industri dengan tingkat ketersediaan yang tinggi," lanjut Maslani.

Emisi Turun 10.702 Ton CO?, BBM Bus Listrik Hemat 3.945 Liter

Dari aspek lingkungan, implementasi PLTS Atap periode 2022–2025 menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 10.702,38 ton CO? ekuivalen. Pengurangan emisi juga diperkuat melalui pengalihan bus konvensional menjadi bus listrik yang memanfaatkan energi dari PLTS.

Inisiatif bus listrik itu menghemat bahan bakar minyak (BBM) 3.945,46 liter. Emisi yang ditekan dari langkah tersebut mencapai 0,45 ton CO?.

Pupuk Kaltim juga memperluas pemanfaatan energi surya melalui ekosistem EBT terintegrasi. Energi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional kendaraan listrik, selain memenuhi kebutuhan internal fasilitas perusahaan.

"Bagi kami, pengembangan PLTS Atap tidak berhenti pada pemasangan panel surya. Kami membangun ekosistem energi yang saling terhubung, mulai dari pembangkit, pemanfaatan energi untuk operasional, hingga dukungan terhadap kendaraan listrik," terang Maslani.

Skema PPA dengan Anak Perusahaan Pupuk Indonesia Hemat USD 29.800 per Tahun

Dari sisi teknis dan ekonomi, Pupuk Kaltim berkolaborasi dengan anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup yang memiliki Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL). Kolaborasi itu dikembangkan melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan.

Inisiatif tersebut menghasilkan penghematan energi sekitar 20 persen, setara 5.815.575 kWh. Estimasi penghematan biaya operasional tahunannya sekitar USD 29.800.

Efisiensi itu didukung pemanfaatan energi surya untuk kebutuhan operasional dan stasiun pengisian daya kendaraan listrik. Pengembangan PLTS Atap juga menjadi bagian peta jalan keberlanjutan perusahaan untuk mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam jangka panjang.

Libatkan Nelayan Bontang hingga Pelatihan O&M bagi Mahasiswa

Manfaat proyek mencakup aspek sosial dan pengembangan kapasitas masyarakat. Pupuk Kaltim melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses konstruksi dan menyelenggarakan sharing knowledge terkait teknologi surya.

Perusahaan juga memberikan pelatihan Operation and Maintenance (O&M) bagi mahasiswa. Selain itu, PLTS diterapkan di kawasan pesisir Bontang untuk mendukung kebutuhan permukiman nelayan.

"Dengan demikian, energi tidak hanya memberikan manfaat bagi operasional industri, tetapi juga membuka peluang peningkatan kompetensi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal," ungkap Maslani.

Pengembangan energi terbarukan menjadi bagian komitmen Pupuk Kaltim mendukung target Second Nationally Determined Contribution (SNDC) sektor industri menuju Net Zero Emission (NZE) 2050. Strategi keberlanjutan perusahaan berfokus pada tiga pilar: efisiensi energi, pengurangan dan penangkapan emisi, serta pemanfaatan EBT.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: dialektis.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top