KALIMANTAN TIMUR — Jawa Tengah menempati peringkat kedua destinasi wisata ramah muslim nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index 2026, naik dari posisi kelima periode sebelumnya. Penghargaan diserahkan dalam Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit 2026 di Jakarta International Convention Center, Jumat (16/10/2026). Pemprov Jateng menyiapkan pembenahan layanan perhotelan, pusat kuliner, dan fasilitas destinasi untuk mempertahankan capaian tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima langsung penghargaan IMTI 2026 di Assembly Hall JICC. Ajang itu digelar Bank Indonesia sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit 2026. Capaian ini menjadi modal Jateng menyongsong agenda pariwisata berkelanjutan pada 2027.
Posisi kedua IMTI 2026 menandai kenaikan tiga tingkat dibanding periode sebelumnya. Jateng sebelumnya berada di peringkat kelima dalam indeks yang mengukur kesiapan destinasi terhadap kebutuhan wisatawan muslim. Indikator penilaian mencakup ketersediaan layanan halal, fasilitas ibadah, hingga keramahan pelaku usaha.
Kenaikan ini tidak lepas dari penyusunan peta jalan wisata ramah muslim yang melibatkan perangkat daerah dan Bank Indonesia. Fokusnya penguatan fasilitas serta layanan yang dibutuhkan wisatawan muslim.
Pemprov Jateng menyiapkan pengembangan di tiga sektor utama: perhotelan, pusat kuliner, dan fasilitas di destinasi wisata. Tujuannya memastikan layanan ramah muslim tersebar merata, tidak menumpuk di satu daerah saja.
Salah satu contoh yang disebut Taj Yasin adalah hotel dengan kolam renang terpisah di Karanganyar yang sudah beroperasi sejak 2024. Praktik itu dianggap bisa direplikasi ke kabupaten lain.
Taj Yasin menegaskan layanan serupa perlu didorong agar berkembang lebih luas. Karanganyar dijadikan contoh awal, bukan satu-satunya lokasi.
"Ini perlu kita genjot, kita promosikan supaya nanti bisa berkembang di daerah-daerah yang lain, bukan hanya di Karanganyar saja, akan tetapi berkembang ke seluruh Jawa Tengah," jelasnya.
Ia juga menyebut capaian ini sebagai hadiah bagi masyarakat Jateng yang menyongsong 2027 dengan konsep pariwisata berkelanjutan, ramah muslim, dan ekonomi syariah.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berharap hasil IMTI 2026 menjadi pijakan daerah untuk berbenah. Menurutnya, indeks ini bisa dipakai sebagai acuan meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi.
"IMTI 2026 diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi wisata ramah muslim," ujarnya.
Bagi traveler yang merencanakan liburan ke Jateng, kenaikan peringkat ini berdampak pada ketersediaan layanan. Hotel dengan fasilitas ibadah, restoran bersertifikat halal, dan destinasi dengan musala memadai akan bertambah di sejumlah kabupaten.
Karanganyar menjadi rujukan awal dengan konsep kolam renang terpisah. Wisatawan yang butuh informasi spesifik soal fasilitas ramah muslim di destinasi tertentu dapat mengonfirmasi ke dinas pariwisata setempat, karena perluasan layanan masih berjalan bertahap.
Durasi ideal untuk menikmati destinasi ramah muslim di Jateng bergantung pada rute yang dipilih. Kombinasi kota budaya seperti Solo dan Semarang dengan kawasan wisata alam Karanganyar bisa jadi opsi tiga hingga empat hari.