KALIMANTAN TIMUR — Bank Indonesia Balikpapan menyerahkan paket bantuan sarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan kepada BPBD Penajam Paser Utara dan Paser. Penyerahan berlangsung bersamaan dengan kick-off Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera untuk menekan inflasi Kaltim yang tercatat 4,11% (ytd) per September 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyerahkan bantuan operasional karhutla kepada Kabid Rehabilitasi BPBD PPU, I Gusti Putu Agus Dharma Sutiawan, disaksikan Sekretaris Daerah PPU, Drs. H. Tohar, M.M. Untuk wilayah Paser, paket bantuan diserahterimakan langsung kepada Kepala BPBD Paser, Ruslan, Kamis (8/10/2026).
Langkah ini menyusul potensi ancaman karhutla akibat fenomena El Nino yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran lahan gambut di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.
Bantuan teknis yang disalurkan mencakup perlengkapan pemadam utama untuk operasi lapangan. Rinciannya:
Robi Ariadi menegaskan penyerahan alat tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen Gubernur Bank Indonesia dalam mendukung ketahanan daerah secara holistik.
"Sinergi yang semakin menguat ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan daerah dalam penanganan karhutla, pengendalian inflasi pangan, serta peningkatan literasi masyarakat secara berkelanjutan demi menjaga pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur," terang Robi Ariadi.
Bersamaan dengan aksi tanggap karhutla, BI Balikpapan bersama Pemkab PPU dan Pemkot Balikpapan mengeksekusi kick-off Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Program ini menyasar penurunan angka inflasi Kaltim yang mencapai 4,11% (ytd) per September 2026.
Sepanjang triwulan IV-2026, program Gerakan Pangan Murah (GPM), Pasar Murah, dan Operasi Pasar akan digelontorkan secara masif sebanyak 10 kali di Balikpapan dan 13 kali di Kabupaten PPU. Total 23 kegiatan pasar murah disiapkan untuk menekan gejolak harga pangan jelang akhir tahun.
BI Balikpapan membeberkan keberhasilan program Tani Camp 2026 melalui aktivasi urban farming tanaman hortikultura cabai, tomat, dan terong binaan PKK dan sekolah. Program ini menyasar penguatan pasokan pangan lokal dari skala rumah tangga dan komunitas.
Di Paser, inovasi pakan mandiri untuk peternak ayam petelur dikembangkan guna menekan biaya produksi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga telur yang menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi pangan di Kaltim.
Mengonsolidasikan penguatan sumber daya manusia, BI Balikpapan menggelar program Bedah Buku Penulis Lokal (Bebukuan) 2026. Program ini bertujuan membangun ekosistem literasi yang kokoh di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.
Kombinasi program karhutla, pengendalian inflasi pangan, dan literasi mencerminkan pendekatan BI Balikpapan yang tidak semata fokus pada instrumen moneter. Ketahanan pangan dan mitigasi bencana dipandang sebagai prasyarat stabilitas ekonomi daerah yang menopang pertumbuhan Kalimantan Timur secara keseluruhan.