BALIKPAPAN — Data prakiraan BMKG yang diakses pada 14 Oktober 2026 menunjukkan hampir seluruh wilayah Kaltim didominasi kondisi udara kabur. Delapan daerah yang diprakirakan mengalami kondisi ini meliputi Samarinda, Balikpapan, Paser, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Bontang.
Hanya dua wilayah yang diprakirakan mendapat hujan ringan, yakni Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Warga di kedua kabupaten itu diminta menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan perkembangan cuaca.
Samarinda diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 25–33 derajat Celsius dan kelembapan 57–97 persen. Balikpapan tidak jauh berbeda, dengan suhu 24–32 derajat Celsius dan kelembapan 58–98 persen.
Kedua kota ini menjadi barometer aktivitas ekonomi Kaltim. Kondisi udara kabur biasanya berpengaruh pada jarak pandang pengendara, terutama di jam sibuk pagi dan sore.
BMKG tidak merinci penyebab spesifik kondisi udara kabur pada prakiraan kali ini. Namun pola ini kerap muncul di Kaltim pada periode peralihan musim, ketika partikel uap air dan debu tertahan di lapisan bawah atmosfer.
Tingkat kelembapan yang mencapai 99 persen di sejumlah daerah memperkuat dugaan adanya uap air yang menggantung. Suhu minimum 20 derajat Celsius juga tercatat di beberapa wilayah dataran tinggi.
Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas, terutama di wilayah yang berpotensi hujan. Bagi pengendara, jarak pandang terbatas saat udara kabur perlu diantisipasi dengan mengurangi kecepatan.
Informasi terbaru dapat dipantau melalui laman resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/64. Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti pembaruan yang dirilis BMKG.