BMKG Prakirakan Udara Kabur di 8 Kabupaten/Kota Kaltim, Kubar dan Mahulu Berpotensi Hujan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:46:01 WIB
Prakiraan BMKG menunjukkan udara kabur mendominasi delapan kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN — Data prakiraan BMKG yang diakses pada 14 Oktober 2026 menunjukkan hampir seluruh wilayah Kaltim didominasi kondisi udara kabur. Delapan daerah yang diprakirakan mengalami kondisi ini meliputi Samarinda, Balikpapan, Paser, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Bontang.

Hanya dua wilayah yang diprakirakan mendapat hujan ringan, yakni Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Warga di kedua kabupaten itu diminta menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan perkembangan cuaca.

Suhu Samarinda dan Balikpapan Diprakirakan Capai 33 Derajat Celsius

Samarinda diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 25–33 derajat Celsius dan kelembapan 57–97 persen. Balikpapan tidak jauh berbeda, dengan suhu 24–32 derajat Celsius dan kelembapan 58–98 persen.

Kedua kota ini menjadi barometer aktivitas ekonomi Kaltim. Kondisi udara kabur biasanya berpengaruh pada jarak pandang pengendara, terutama di jam sibuk pagi dan sore.

Mengapa Udara Kabur Mendominasi Kaltim?

BMKG tidak merinci penyebab spesifik kondisi udara kabur pada prakiraan kali ini. Namun pola ini kerap muncul di Kaltim pada periode peralihan musim, ketika partikel uap air dan debu tertahan di lapisan bawah atmosfer.

Tingkat kelembapan yang mencapai 99 persen di sejumlah daerah memperkuat dugaan adanya uap air yang menggantung. Suhu minimum 20 derajat Celsius juga tercatat di beberapa wilayah dataran tinggi.

Imbauan bagi Warga Kaltim

Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas, terutama di wilayah yang berpotensi hujan. Bagi pengendara, jarak pandang terbatas saat udara kabur perlu diantisipasi dengan mengurangi kecepatan.

Informasi terbaru dapat dipantau melalui laman resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/64. Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti pembaruan yang dirilis BMKG.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: inibalikpapan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top