Telkom Tanam 20 Ribu Mangrove di Jepara dan Manggarai Barat, Target 179 Ribu Pohon untuk Tekan Abrasi

Penulis: Aditya Nugraha  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:49:31 WIB
Relawan menanam bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Kedungmalang, Jepara, sebagai upaya rehabilitasi ekosistem pesisir.

KALIMANTAN TIMUR — TelkomGroup tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga mulai serius merawat ekosistem pesisir. Sebanyak 20.000 bibit mangrove ditanam serentak di dua lokasi berbeda, masing-masing 10.000 bibit di Desa Kedungmalang, Jepara, dan 10.000 bibit lainnya di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat. Aksi ini melibatkan relawan dari holding company, Telkom Regional III, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Telkom Akses.

Pemilihan lokasi penanaman bukan tanpa alasan. Kawasan pesisir Kedungmalang selama ini dikenal terdampak abrasi cukup parah, sehingga rehabilitasi ekosistem mangrove menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi garis pantai. Sementara di Golo Sepang, kawasan tersebut memiliki nilai ekologis tinggi yang harus dijaga keseimbangannya.

Akar Masalah: Abrasi dan Keseimbangan Ekosistem

EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, menegaskan bahwa setiap aktivitas operasional perusahaan harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat mereka hadir. Menurutnya, inisiatif keberlanjutan ini dijalankan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami memandang setiap aktivitas operasional harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat kami hadir. Karena itu, kami terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/2).

Penanaman mangrove ini merupakan implementasi pilar Save Our Planet yang berfokus pada mitigasi perubahan iklim. Selain membantu mengurangi abrasi dan meningkatkan penyerapan emisi karbon, program ini juga mendukung keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan operasional dan infrastruktur digital TelkomGroup.

Rumah Edukasi Mangrove: Lebih dari Sekadar Menanam

Di Manggarai Barat, program penanaman dilengkapi dengan aktivasi Rumah Edukasi Mangrove. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Keberadaannya diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya seremonial penanaman pohon semata.

VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menekankan bahwa keberlanjutan harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Perusahaan tidak cukup hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga harus menjaga ekosistem dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“TelkomGroup tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga menjaga ekosistem dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Gunawan.

Catatan Kinerja: 179 Ribu Mangrove dalam Tiga Tahun

Realisasi penanaman mangrove TelkomGroup bukan pekerjaan dadakan. Sepanjang 2024 hingga 2026, perusahaan telah mencatatkan total 179.150 bibit mangrove yang ditanam di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Angka ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keanekaragaman hayati, memperkuat ketahanan kawasan pesisir, serta mendukung target pembangunan rendah karbon nasional.

Upaya ini sejalan dengan tren korporasi besar Indonesia yang mulai mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam strategi bisnis. Bagi Telkom, menjaga ekosistem pesisir bukan hanya soal citra, tetapi juga investasi jangka panjang untuk keberlanjutan operasional di tengah ancaman perubahan iklim.

Dengan tambahan 20 ribu bibit baru ini, TelkomGroup berharap kawasan pesisir Jepara dan Manggarai Barat tidak hanya terlindungi dari abrasi, tetapi juga menjadi contoh bagaimana infrastruktur digital dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top