KALIMANTAN TIMUR — Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyatakan angka luas terdampak masih berpotensi bertambah seiring proses pemadaman yang terus berlangsung di sejumlah titik. "Luas area terbakar kurang lebih 176,20 hektare, data berkembang," ujarnya dalam laporan resmi, Jumat (7/8) petang.
Berdasarkan pantauan udara dan lapangan terbaru, api dilaporkan telah padam di wilayah utara Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, serta di Bukit Jantur. Namun, kepulan asap tebal masih terlihat di bekas area terbakar tersebut.
Konsentrasi pemadaman kini dipusatkan di sisi timur kaldera. "Titik api berada di wilayah timur mendekati arah Bukit B29," tegas Satriyo. Kondisi angin kencang dan kontur lereng yang terjal menjadi hambatan utama bagi petugas di lapangan.
Helikopter water bombing jenis PK-DBM milik BNPB berhasil melaksanakan satu sortie dengan empat kali rit penerjunan air. Total volume air yang dijatuhkan ke titik api mencapai 4.000 liter, dengan sumber pengambilan air dari Danau Ranu Pani.
Kendala teknis sempat menghambat operasi udara. Dua helikopter bantuan lainnya, HU-4205 dan HU-4206, terpaksa kembali ke markas komando. "Dikarenakan braket yang terlalu besar dan obstacle di area pengambilan air di Ranu Pani serta Ranu Regulo terlalu tinggi," jelas Satriyo.
Di sisi darat, tim gabungan memerangi api dari sisi atas dan bawah tebing. Satu unit truk pemadam kebakaran, satu truk tangki BPBD Jatim, satu mobil L300 bermuatan tandon air, serta satu unit drone water spray dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Jenis vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Hingga laporan terakhir, belum ada korban jiwa akibat kejadian yang bermula Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB ini.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah menutup sebagian kawasan wisata hingga waktu yang belum ditentukan. Pintu masuk dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang masih ditutup sementara untuk keselamatan pengunjung.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah meninjau langsung lokasi penanganan karhutla. BPBD Provinsi Jatim berkoordinasi intensif dengan BB TNBTS, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, dan BPBD Kabupaten Lumajang.
Penjagaan diperketat di sejumlah titik untuk mengantisipasi api merembet ke wilayah Lumajang. "Tim gabungan melanjutkan upaya pemadaman di wilayah yang masih terdapat titik api. Kami juga melanjutkan penjagaan wilayah untuk mengantisipasi agar api tidak merembet ke wilayah Lumajang," pungkas Satriyo.