DPTPH Kaltim Salurkan BBM Pertamax untuk Pompa Air Pertanian, Antisipasi Kekeringan 2026

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:03:31 WIB
DPTPH Kaltim menyalurkan BBM Pertamax kepada kelompok tani untuk mengoperasikan pompa air dalam mengantisipasi kekeringan 2026.

SAMARINDA — Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur memastikan pasokan bahan bakar untuk mesin pertanian tetap mengalir di tengah ancaman musim kemarau. BBM non-subsidi jenis Pertamax kini disalurkan kepada kelompok tani yang membutuhkan, khususnya untuk menggerakkan pompa air di lahan yang mulai kering.

Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan respons cepat atas laporan kelangkaan air di sejumlah titik sentra produksi pangan. "BBM yang kita salurkan adalah non subsidi yakni Pertamax, untuk memastikan pompa air petani bisa langsung dioperasikan dan dimanfaatkan saat kondisi darurat air," jelas Fahmi di Samarinda, Kamis.

Verifikasi Ketat Sebelum BBM Disalurkan

Tidak semua kelompok tani otomatis menerima bantuan ini. Proses penyaluran berjalan melalui mekanisme usulan yang diajukan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Setiap usulan yang masuk wajib melewati tahap verifikasi lapangan secara ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan operasional tepat sasaran, yakni hanya diberikan kepada kelompok tani yang benar-benar membutuhkan dan lahannya sedang darurat air.

Menurut Fahmi, ketersediaan BBM menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran operasional berbagai infrastruktur pertanian, mulai dari traktor, pompa air, hingga mesin penunjang lainnya. Tanpa dukungan bahan bakar, investasi alsintan yang telah digelontorkan pemerintah tidak akan berfungsi optimal.

300 Unit Pompa Air Sudah Didistribusikan ke Petani

Upaya mitigasi kekeringan ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah diketahui telah membangun infrastruktur pengairan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Pada tahun 2020, sekitar 70 unit pompa air disalurkan kepada petani di berbagai kabupaten/kota. Angka ini kemudian meningkat drastis pada tahun 2024, di mana pemerintah pusat menggelontorkan lebih dari 300 unit pompa ke Provinsi Kalimantan Timur.

Jenis pompa yang didistribusikan sengaja dipilih berukuran kecil dan bersifat mobile. Desain ini memudahkan petani untuk memobilisasi alat ke lokasi yang membutuhkan, menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan yang kerap berpindah-pindah titik kekeringan.

Sinergi BBM dan Alsintan untuk Jaga Produktivitas

Selain menyalurkan stimulan BBM, DPTPH Kaltim juga mengintensifkan pendampingan dan mendorong adopsi teknologi pertanian modern. Pendampingan dilakukan secara berkala kepada kelompok tani agar penggunaan alsintan bisa lebih efektif dan efisien.

Melalui sinergi bantuan BBM dan optimalisasi alsintan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap produktivitas sektor agraris tetap terjaga di tengah tantangan iklim. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pilar ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh pelosok Kaltim.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top