Perumda Tirta Kencana Samarinda Karantina 24 Jam Produk SAMAQUA Sebelum Edar ke Pasar

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49:31 WIB
Produk SAMAQUA disimpan selama 24 jam di gudang karantina untuk menjalani uji kualitas sebelum didistribusikan ke pasar.

SAMARINDA — Setiap botol maupun galon SAMAQUA yang selesai diproduksi di Pusat Produksi IPA Kalhol tidak langsung didistribusikan. Produk terlebih dahulu disimpan selama satu hari penuh untuk menjalani pengujian kualitas sebelum dinyatakan layak edar ke pasar.

Kepala Pabrik AMDK SAMAQUA IPA Kalhol, Amin Ma’ruf, mengatakan tahapan ini menjadi bagian dari sistem pengendalian mutu yang ketat. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan produk tetap steril dan tidak ditemukan pertumbuhan bakteri, air minum langsung dilepas ke pasar. Sebaliknya, jika ditemukan ketidaksesuaian, produk akan ditahan untuk dievaluasi lebih lanjut.

“Seluruh produk kami karantina selama dua puluh empat jam sebelum dipasarkan kepada masyarakat,” ujarnya usai peluncuran SAMAQUA di Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Rabu (5/8/2026).

Proses Produksi Tanpa Sentuhan Tangan Manusia

Perumda Tirta Kencana memastikan seluruh lini pengemasan berjalan otomatis menggunakan mesin. Mulai dari pembilasan botol, pengisian air, hingga penutupan kemasan dikerjakan tanpa sentuhan tangan manusia untuk meminimalkan risiko kontaminasi.

“Proses pengisian hingga penutupan botol seluruhnya dilakukan otomatis tanpa sentuhan tangan,” kata Amin.

Mesin pengisian yang digunakan memiliki kapasitas hingga 3.000 botol per jam, sementara mesin pencetak botol mampu menghasilkan sekitar 2.000 botol per jam. Seluruh peralatan produksi merupakan mesin impor yang dirancang menjaga konsistensi kualitas produk.

Bukan dari Air Sungai Mahakam Langsung

Amin menjelaskan air baku yang digunakan bukan berasal langsung dari Sungai Mahakam. Perusahaan memakai air bersih hasil olahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol yang kembali diproses menggunakan sistem penyaringan berlapis.

Tahapan penyaringan diawali dengan media green sand untuk menyaring kandungan logam, lalu dilanjutkan karbon aktif berbahan arang batok kelapa guna menghilangkan bau dan menjaga cita rasa air. Setelah itu, air melewati filter bertingkat berukuran 10 mikron, lima mikron, hingga satu mikron sebelum diproses menggunakan teknologi ultra filtration bermembran 0,001 mikron.

Sterilisasi UV dan Oksigen untuk Jaga Kesegaran

Air kemudian disterilisasi menggunakan sinar ultraviolet dan diberi tambahan oksigen melalui oxygen generator. Penambahan oksigen ini berfungsi menjaga kesegaran sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri di dalam kemasan selama proses distribusi.

“Sterilisasi mesin dan ruang produksi selalu kami jaga agar kualitas tetap terjamin,” pungkasnya.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: jurnalborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top