SANGATTA — Pemkab Kutim mendapat jatah kuota terbesar untuk program beasiswa Ikatan Dinas Pola Pembibitan (Polbit) di PIP Semarang dibandingkan daerah lain di Indonesia. Kuota yang diperoleh mencapai 10 orang untuk jenjang Diploma III (D3) pada 2027, menyusul 10 orang lagi untuk Diploma IV (D4) pada 2028.
Alokasi ini jauh melampaui rata-rata daerah lain yang umumnya hanya menerima dua hingga lima mahasiswa baru setiap tahunnya. Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menuturkan, percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di wilayahnya menjadi alasan utama program ini digulirkan. Pelabuhan Kenyamukan dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun depan, disusul pelabuhan laut di kawasan Tanjung Keramat dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).
Sejumlah proyek strategis itu dipastikan membutuhkan banyak tenaga kerja dengan kompetensi khusus di bidang pelayaran, kepelabuhanan, dan transportasi. "Kutim memiliki wilayah laut luas, kondisi ini harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga profesional yang mampu mengelola transportasi secara optimal, sedangkan saat ini masih menghadapi keterbatasan SDM," ujar Ardiansyah di Sangatta, Minggu.
Program pengembangan sumber daya manusia ini secara khusus diprioritaskan bagi warga lokal agar manfaat pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Bupati menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan investasi jangka panjang daerah dalam mencetak tenaga unggul untuk mengelola potensi transportasi dan logistik secara mandiri.
"Ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah dalam mencetak SDM unggul dalam mengelola potensi transportasi dan logistik secara mandiri. Kerja sama dengan BPSDMP Kemenhub tersebut tidak hanya pada pendidikan formal, ke depan akan ditindaklanjuti dengan pelatihan dan pembinaan berkelanjutan," kata Ardiansyah.
Selain pendidikan formal, kerja sama ini nantinya bakal diperluas ke sektor pelatihan dan pembinaan berkelanjutan. Pemkab Kutim optimistis langkah ini menjamin kesiapan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dan menghasilkan lulusan siap mengisi sektor transportasi di daerahnya.