KALIMANTAN TIMUR — GIIAS 2026 baru saja dibuka, dan booth Nissan langsung menjadi salah satu tujuan utama pengunjung. Bukan karena mobil listrik terbaru mereka, melainkan karena kehadiran perdana Nissan Fairlady Z di Indonesia. Mobil yang sudah menjadi ikon sejak 1969 ini akhirnya mendarat di pasar domestik, dan kami berkesempatan melihat langsung wujudnya secara fisik.
Fairlady Z generasi terbaru ini dirancang dengan menghormati seluruh garis keturunan pendahulunya. Proporsi kap mesin panjang dengan buritan pendek—ciri khas Z—tetap dipertahankan, tetapi dibalut dengan bahasa desain modern yang lebih tajam dan aerodinamis.
Sentuhan desain klasik terlihat jelas dari lampu belakang yang memanjang horizontal, mengingatkan pada generasi Z (Z32) era 90-an. Secara keseluruhan, kehadirannya di atas panggung booth Nissan dengan tema "The Art of Movement" terasa pas: mobil ini memang sebuah karya seni yang bisa dikendarai.
Di balik kap mesinnya, Nissan membekali Fairlady Z dengan mesin VR30DDTT, V6 3.0 liter twin-turbo yang menghasilkan tenaga puncak 400 dk dan torsi 475 Nm. Angka ini membuatnya sejajar dengan kompetitor utamanya, Toyota GR Supra, yang juga mengusung mesin 3.0 liter turbocharger dari BMW.
Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang melalui dua pilihan transmisi: manual 6-percepatan untuk purist yang menginginkan sensasi berkendara murni, atau otomatis 9-percepatan yang lebih responsif untuk penggunaan harian. Fitur pendukung seperti Mechanical Limited Slip Differential (LSD) dan setelan suspensi yang diklaim presisi turut disematkan untuk memastikan tenaga besar ini bisa dikendalikan dengan baik.
Sayangnya, karena ini masih dalam status pameran, kami belum bisa melakukan test drive. Kesan performa baru sebatas spesifikasi di atas kertas, jadi perlu pengujian lebih lanjut untuk membuktikan bagaimana karakter mesin dan handling-nya di jalan raya Indonesia.
Masuk ke dalam kabin, suasana sporty langsung terasa. Kokpit dirancang dengan fokus penuh pada pengemudi, dilengkapi panel instrumen Triple Pod Cluster yang menjadi ciri khas Z—memberikan informasi penting seperti boost pressure dan voltage secara analog. Lingkar kemudinya juga terinspirasi dari Nissan GT-R, memberikan pegangan yang solid dan kesan premium.
Namun, perlu dicatat bahwa material kabin dan kualitas perakitannya belum bisa kami nilai secara mendalam dalam kondisi pameran yang ramai. Ini adalah salah satu aspek yang wajib kami uji lebih detail saat mendapatkan unit untuk review jangka pendek.
Meski kehadirannya menggoda, ada beberapa catatan penting. Pertama, harga resmi belum diumumkan. Sebagai gambaran, Toyota GR Supra dibanderol di atas Rp 2 miliar, dan Fairlady Z diprediksi akan berada di kisaran harga yang sama atau sedikit lebih tinggi. Ini adalah keputusan finansial yang sangat besar untuk sebuah mobil yang mungkin bukan pilihan paling praktis untuk harian.
Kedua, jaringan layanan purna jual untuk mobil sport seperti ini perlu dipertanyakan. Nissan Indonesia harus memastikan dealer dan teknisi mereka siap menangani mesin twin-turbo yang kompleks ini. Ketiga, dengan tenaga 400 dk ke roda belakang, mobil ini membutuhkan skill berkendara yang mumpuni. Ini bukan mobil untuk pemula.
Nissan Fairlady Z adalah produk yang sangat menarik dan berhasil menjadi bintang di GIIAS 2026. Secara desain dan spesifikasi, ia tampil meyakinkan dan layak disebut sebagai salah satu mobil tercantik di ajang tersebut. Kehadirannya juga menunjukkan komitmen Nissan untuk pasar Indonesia, seperti yang disampaikan Presiden Nissan Asean and Thailand, Masao Tsutsumi, bahwa Indonesia adalah salah satu pasar utama mereka di kawasan ini.
Namun, pada akhirnya semua kembali ke harga. Jika dibanderol kompetitif dengan GR Supra, Fairlady Z bisa menjadi pilihan menarik bagi kolektor dan penggemar yang mencari pengalaman berkendara berbeda dengan sentuhan sejarah panjang. Jika tidak, ia hanya akan menjadi pajangan cantik di showroom. Kami tunggu pengumuman resmi harganya dan kesempatan untuk menguji performanya di jalan.