SAMARINDA — Matahari baru naik di atas kawasan Gelora Kadrie Oening, Sempaja, saat ribuan warga mulai memadati area Car Free Day (CFD) pada Minggu (2/8). Sebagian besar datang dengan perlengkapan olahraga, tetapi tujuan akhir mereka bukan hanya lintasan lari. Begitu keringat mulai mengering, perhatian pengunjung beralih ke jajaran lapak makanan yang mengapit jalan utama.
Aroma kuah soto Banjar yang gurih bercampur dengan asap bakso dan ayam bakar langsung menyambut para pengunjung. Di sisi lain, pedagang pentol, dimsum, sosis bakar, pizza mini, hingga churros dan mochi tak henti melayani pembeli. Minuman dingin seperti es tebu dan es jeruk menjadi pelarian paling dicari untuk melepas dahaga setelah berolahraga.
Nadia, salah satu pengunjung, baru saja menyelesaikan tiga putaran lari mengelilingi GOR Kadrie Oening. Wajahnya masih basah oleh keringat ketika langkahnya berhenti di sebuah lapak soto Banjar. "Saya sudah beberapa kali olahraga ke sini. Kadang sama teman, tapi lebih sering sendiri. Habis lari tiga putaran tadi langsung beli soto Banjar Rp25 ribu sama es tebu Rp6 ribu," ujarnya.
Menurut Nadia, keberadaan deretan pedagang menjadi alasan utama CFD di GOR Kadrie Oening selalu ramai dikunjungi. Setelah mengeluarkan tenaga, pengunjung tidak perlu pergi jauh untuk mengisi energi. "Enaknya ada CFD ini setelah olahraga banyak pilihan makanan. Jadi nggak perlu cari tempat lain buat sarapan. Tinggal jalan sedikit sudah banyak pilihan," tuturnya.
Pemandangan serupa terlihat di hampir setiap sudut kawasan. Banyak pengunjung tampak mengantre di lapak makanan, sementara sebagian lainnya duduk bersama keluarga atau teman menikmati sarapan sebelum pulang. Ada pula yang memilih membungkus makanan untuk dibawa ke rumah.
Bukan hanya kuliner, sejumlah pelaku UMKM juga memanfaatkan momen ini untuk menawarkan bunga hias dan berbagai produk lainnya. Keramaian tersebut membuat kawasan CFD tidak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga, tetapi juga menjadi titik temu antara masyarakat dan pelaku usaha lokal setiap akhir pekan.
Bagi para pedagang, ramainya CFD adalah kesempatan emas untuk menjangkau lebih banyak pembeli tanpa biaya sewa yang besar. Sementara bagi warga, keberadaan lapak-lapak ini melengkapi pengalaman berakhir pekan—dimulai dengan menjaga kebugaran tubuh, diakhiri dengan menikmati sajian dari usaha lokal.
Tak heran jika setiap Minggu pagi, Gelora Kadrie Oening selalu hidup. Bukan hanya karena ingin berkeringat di lintasan, tetapi juga karena suasana hangat yang tercipta dari perpaduan olahraga, kuliner, dan geliat UMKM yang membuat kawasan ini terus ramai dari pekan ke pekan.