SAMARINDA — Tujuh pantai di Kalimantan Timur menjadi sasaran program pembersihan dan pemantauan sampah plastik yang digarap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman. Kawasan yang disasar mencakup pesisir Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan.
Kepala DLH Kaltim Joko Istanto menyebut kerja sama teknis ini dirancang untuk memetakan sekaligus menangani pencemaran limbah plastik di pesisir secara lebih intensif. "Kolaborasi teknis ini kami laksanakan untuk memetakan serta menangani pencemaran sampah plastik pesisir secara intensif bersama akademisi," ujarnya di Samarinda, Jumat.
Perhatian utama program ini diarahkan ke Kabupaten Penajam Paser Utara yang berbatasan langsung dengan wilayah IKN. Tiga pantai di daerah itu masuk daftar prioritas: Pantai Corong, Pantai Nipah-nipah, dan Pantai Tanjung Jumlai.
"Tiga pantai utama di Penajam Paser Utara yang menjadi fokus penanganan kami meliputi Pantai Corong, Pantai Nipah-nipah, dan Pantai Tanjung Jumlai," kata Joko.
Dari sisi lain, dua lokasi di Kota Balikpapan juga menjadi sasaran karena tingginya aktivitas pengunjung. Tim gabungan akan fokus membersihkan Pantai Monpera dan Pantai Seraya yang merupakan destinasi wisata populer warga kota.
Kegiatan ini tidak berhenti pada pengumpulan sampah di permukaan. Akademisi dan mahasiswa FPIK Unmul diterjunkan untuk mengambil sampel limbah yang akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium.
"Sinergi riset lapangan ini melibatkan akademisi serta mahasiswa untuk melakukan pengambilan sampel sampah dan pengujian laboratorium secara komprehensif," ungkap Dekan FPIK Unmul Moh Mustakim.
Pengujian tersebut bertujuan mengukur volume sampah, memetakan sebaran limbah di pesisir, serta mengidentifikasi jenis plastik yang mencemari perairan. Hasil analisis ini nantinya dipublikasikan sebagai bahan pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan lingkungan di tingkat provinsi.
"Hasil analisis data ilmiah ini nantinya dipaparkan terbuka sebagai basis pertimbangan utama perumusan kebijakan lingkungan daerah," tegas Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kaltim Andi Sitti Asti Suriaty.
Wilayah Kutai Kartanegara tidak luput dari program ini. Dua kawasan wisata pesisir, yaitu Pantai Panrita Lopi dan Pantai Sambera, akan menjalani pembersihan intensif oleh tim gabungan.
Pemprov Kaltim memastikan kegiatan pemantauan ini berjalan berkelanjutan, bukan aksi seremonial belaka. Jadwal pembersihan direncanakan berulang setiap peralihan musim sepanjang tahun untuk memastikan kondisi pesisir tetap terjaga.
Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan tim teknis di lapangan. Masyarakat pesisir dan pelaku industri didorong untuk berperan aktif mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang menjadi sumber utama pencemaran.
Langkah terpadu ini merupakan komitmen Pemprov Kaltim dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan wilayah IKN.