KALIMANTAN TIMUR — Okta resmi mengakuisisi Permiso Security, startup keamanan identitas AI yang berbasis di Palo Alto, California. Nilai transaksi ini mendekati US$200 juta dan mayoritas dibayar tunai, menurut sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut. Juru bicara Okta tidak membantah angka itu saat dimintai konfirmasi oleh TechCrunch.
Permiso mengembangkan perangkat lunak yang membantu tim keamanan mendeteksi aktivitas mencurigakan di lingkungan cloud setelah pengguna atau aplikasi mendapatkan akses. Startup yang muncul dari mode stealth pada 2022 ini kini memperluas platformnya untuk memonitor agen AI dan identitas mesin lainnya.
Kebutuhan akan perlindungan identitas non-manusia meningkat seiring perusahaan mengadopsi agen AI otonom dalam operasional mereka. Okta ingin memperkuat kemampuan deteksi dan respons ancaman identitas (identity threat detection and response) melalui akuisisi ini.
Permiso didirikan oleh Paul Nguyen dan Jason Martin, dua mantan eksekutif FireEye. Startup ini spesialis mendeteksi serangan yang menggunakan identitas curian untuk bergerak di infrastruktur cloud. Pada April lalu, Permiso juga meluncurkan SandyClaw, platform yang menganalisis kemampuan agen AI dalam lingkungan sandbox untuk mengidentifikasi perilaku berbahaya sebelum agen tersebut dioperasikan.
“Permiso akan memperluas fabric keamanan identitas Okta dengan kemampuan deteksi dan respons ancaman identitas yang terbukti, serta tim riset ancaman dan keamanan yang luar biasa,” kata Ely Kahn, Chief Product Officer Okta, dalam pernyataan resmi.
Sejak berdiri, Permiso telah mengumpulkan dana sekitar US$29 juta. Putaran terbesarnya adalah pendanaan Seri A senilai US$18,5 juta pada April 2024 yang dipimpin Altimeter Capital. Sumber yang mengetahui pendanaan tersebut mengatakan valuasi Permiso saat itu sekitar US$80 juta (post-money).
Okta memperkirakan akuisisi ini akan rampung pada kuartal ketiga tahun fiskal 2027, tergantung pada persyaratan penutupan yang lazim.
Langkah Okta mengakuisisi Permiso mencerminkan persaingan yang semakin ketat di pasar keamanan identitas. Perusahaan manajemen identitas kini tidak hanya fokus memverifikasi pengguna saat login, tetapi juga memantau secara berkelanjutan apa yang dilakukan pengguna, aplikasi, dan agen AI setelah mendapatkan akses ke jaringan.
Bagi pengguna enterprise di Indonesia yang mulai mengadopsi agen AI dan otomatisasi cloud, akuisisi ini bisa berarti peningkatan keamanan identitas digital di masa depan. Okta berencana mengintegrasikan teknologi Permiso ke dalam layanan manajemen identitas utamanya.