BALIKPAPAN — Ribuan bibit mangrove ditanam serentak di pesisir Pantai Lamaru, Balikpapan, oleh personel Ditpolairud Polda Kaltim. Aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang menjaga ekosistem pesisir yang kian terdesak abrasi dan perubahan iklim.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi kehadiran Polri dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. “Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Mangrove memiliki peran ganda: melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, sekaligus menyerap karbon secara signifikan. Di Kalimantan Timur, kawasan pesisir seperti Pantai Lamaru termasuk wilayah yang rawan degradasi jika tidak direhabilitasi secara berkala.
Kombes Pol Tedy menambahkan, keberadaan hutan mangrove dinilai memiliki manfaat besar bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir dan generasi mendatang. “Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga lingkungan demi masa depan,” ucapnya.
Polda Kalimantan Timur berencana melanjutkan program serupa melalui kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini sejalan dengan visi menciptakan wilayah pesisir yang aman, lestari, dan berkelanjutan.
Penanaman 12 ribu bibit mangrove di Balikpapan menjadi salah satu aksi nyata yang diharapkan bisa direplikasi di daerah pesisir lain di Kaltim. Dengan luasan hutan mangrove yang terus menyusut akibat alih fungsi lahan, intervensi dari institusi seperti Polri menjadi sinyal positif bagi upaya restorasi ekosistem pesisir.