TANJUNG REDEB — Sebanyak 12 peserta lomba pidato dan 16 tim debat dari berbagai sekolah di Kabupaten Berau mengikuti TWK Challenge 2026. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang uji gagasan kebangsaan, bukan sekadar lomba hafalan materi. Para peserta ditantang menyampaikan argumentasi konstruktif seputar isu-isu kebangsaan kontemporer.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Berau, Warji, menekankan agar peserta tidak berorientasi pada gelar juara semata. Ia membuka langsung acara mewakili Bupati Berau.
“Jadikan kesempatan mengikuti TWK Challenge ini sebagai upaya mengembangkan diri. Wawasan kebangsaan bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Warji.
Warji menyebutkan tiga pilar utama yang perlu dibekali pelajar dalam merespons dinamika zaman: karakter moral dan kinerja, kompetensi yang mumpuni, serta literasi yang kuat. Menurutnya, ketiga hal itu menjadi modal dasar agar generasi muda mampu beradaptasi dan berkontribusi positif.
“Ketiga hal tersebut menjadi bekal penting agar mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” jelasnya.
TWK Challenge 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Kesbangpol Berau dan PPI Kabupaten Berau. Pemkab Berau berharap kompetisi ini melahirkan generasi penerus yang kokoh secara wawasan kebangsaan dan siap menjadi agen perubahan berintegritas.
Melalui ajang pidato dan debat, para pelajar diajak mengasah kemampuan berpikir kritis serta keberanian menyampaikan gagasan. Dua kategori lomba ini dinilai mampu menjadi wadah pembinaan karakter yang efektif bagi siswa setingkat SMA/SMK/MA.