KALIMANTAN TIMUR — Bocoran dokumen paten yang beredar pekan ini menunjukkan Yamaha tidak tinggal diam di segmen elektrifikasi. Pabrikan berlambang garpu tala itu dikabarkan sedang mematangkan skuter listrik anyar dengan pendekatan desain yang lebih agresif dibandingkan model listrik mainstream saat ini. Gambar-gambar dari pengajuan paten tersebut memperlihatkan garis bodi yang tajam dan banyak sudut, kontras dengan lekukan lembut yang biasa ditemui pada skuter listrik lain.
Dari bocoran gambar, bagian depan didominasi oleh gugusan lampu depan LED ganda yang membentuk huruf V, dipadukan dengan lampu siang hari (DRL) yang modern. Yamaha juga menambahkan kaca depan kecil yang memberi sentuhan semi-sporty. Bodi skuter ini memiliki banyak garis timbul yang memberikan kesan bertenaga, seolah ingin menegaskan bahwa motor listrik tidak harus terlihat 'ramah' atau 'futuristik ala robot'.
Salah satu yang menonjol dari paten ini adalah tata letak motor listrik yang dipasang di tengah rangka dan menggunakan penggerak sabuk. Konfigurasi ini berbeda dengan mayoritas skuter listrik China yang mengandalkan hub motor di roda belakang. Motor tengah umumnya menawarkan distribusi bobot lebih baik dan handling lebih presisi. Ditambah dengan baterai yang dapat dilepas, pengguna bisa mengisi daya di mana saja tanpa perlu menghadirkan motor ke stopkontak. Fitur ini menjadi kunci di pasar perkotaan yang serba terbatas tempat parkir.
Yamaha belum memberikan pernyataan resmi mengenai nama model maupun jadwal produksi. Namun, dengan pendaftaran paten yang sudah terungkap, biasanya pabrikan Jepang membutuhkan waktu 6–12 bulan untuk menyiapkan versi produksi. Pengamat memperkirakan motor listrik ini bisa diperkenalkan dalam ajang Tokyo Motor Show atau EICMA tahun depan. Jika benar, ia akan menjadi penantang serius bagi Honda CUV e: yang sudah lebih dulu meluncur di beberapa pasar Asia tenggara termasuk Thailand dan Indonesia.
Bocoran ini sekaligus menandai strategi baru Yamaha yang selama ini lebih banyak merilis motor listrik model kecil seperti NEO's dan E01. Dengan skuter sporty bermotor tengah, Yamaha sepertinya ingin menjaring pengguna yang mendambakan tampilan garang namun tetap ramah lingkungan. Belum ada informasi soal kapasitas baterai, daya motor, atau jarak tempuh, tapi satu hal pasti: persaingan skuter listrik di 2026 akan semakin seru.