KALIMANTAN TIMUR — Segmen tablet mid-range di Indonesia kian kompetitif pada pertengahan 2026. Produsen tidak hanya mengandalkan spesifikasi mentah, tetapi juga menghadirkan fitur ekosistem dan kecerdasan buatan yang sebelumnya menjadi domain perangkat flagship. Berikut lima tablet yang patut dipertimbangkan bagi pengguna yang ingin produktivitas tanpa harus membeli laptop baru.
Motorola Moto Pad 60 Neo membawa fitur Smart Connect yang memungkinkan tablet berfungsi sebagai layar tambahan untuk laptop Windows. Fungsionalitas ini memperluas area kerja, ideal untuk multitasking seperti membuka browser dan dokumen secara bersamaan.
Tablet ini juga mendukung jaringan 5G, memberikan fleksibilitas konektivitas bagi pekerja mobile yang sering berpindah lokasi.
Infinix Xpad 20 Pro LTE menjadi salah satu tablet pertama di kelasnya yang mengintegrasikan AI DeepSeek. Teknologi ini mampu merangkum dokumen panjang, mencari inspirasi konten, hingga mempercepat penyusunan ide.
Fitur ini sangat relevan bagi pelajar yang kerap membaca jurnal ilmiah atau kreator konten yang membutuhkan riset cepat. Dengan harga yang lebih terjangkau, tablet ini menawarkan asisten virtual yang biasanya hanya ditemukan di perangkat flagship.
Samsung Galaxy Tab A11 Plus tetap menjadi andalan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman kerja layaknya komputer. Kehadiran Samsung DeX mengubah antarmuka tablet menjadi mode desktop, memungkinkan pengguna membuka banyak jendela aplikasi secara bersamaan.
Fitur ini sangat membantu saat harus mengerjakan dokumen sambil membuka beberapa tab browser dan aplikasi perpesanan dalam satu layar. Bagi pekerja kantoran yang sering rapat online, tablet ini bisa menjadi pengganti laptop yang lebih ringan.
HUAWEI MatePad 11.5R PaperMatte hadir dengan layar anti-silau yang mengurangi pantulan cahaya. Ini memberikan kenyamanan lebih saat mengetik dalam waktu lama, terutama di ruangan dengan pencahayaan terang.
Tablet ini juga dibekali aplikasi WPS Office dengan kemampuan yang mendekati versi desktop. Pengguna bisa mengolah dokumen, membuat presentasi, dan mengedit spreadsheet tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan.
Redmi Pad 2 Pro mengandalkan daya tahan baterai berkapasitas besar yang diklaim mampu menemani aktivitas sepanjang hari. Ini menjadi nilai jual utama bagi pengguna yang sering bekerja di luar ruangan tanpa akses colokan listrik.
Dukungan HyperOS Interconnect juga memudahkan proses berbagi file antarperangkat dalam ekosistem Xiaomi. Pengguna bisa mentransfer dokumen, foto, atau video secara nirkabel tanpa perlu kabel atau aplikasi pihak ketiga.
Tablet kelas menengah di tahun 2026 tidak lagi sekadar perangkat konsumsi konten. Chipset yang lebih efisien, layar berkualitas tinggi, baterai besar, dan dukungan ekosistem membuatnya mampu menggantikan laptop untuk tugas produktivitas harian.
Meski banderolnya lebih terjangkau dibandingkan tablet flagship, performanya sudah cukup untuk mengolah dokumen, mengikuti rapat online, dan mengelola banyak aplikasi. Sebelum membeli, tentukan prioritas utama: jika lebih sering mengolah dokumen, pilih tablet dengan aplikasi produktivitas lengkap. Jika mengutamakan integrasi antarperangkat, pilih model dengan ekosistem terbaik.
Dengan semakin banyaknya pilihan, tahun 2026 menjadi waktu yang tepat untuk beralih ke tablet mid-range yang ringan, praktis, dan mampu mendukung produktivitas tanpa menguras kantong.