KALIMANTAN TIMUR — Roblox resmi membuka babak baru dalam ekosistem kreatornya dengan menghadirkan Build, fitur berbasis AI yang memungkinkan pengguna membuat game langsung dari perangkat seluler. Langkah ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah platform tersebut—proses pengembangan game yang biasanya rumit kini bisa dilakukan melalui genggaman tangan.
Fitur Build akan memasuki tahap public alpha pada 28 Juli 2025, dimulai dari pengguna di Selandia Baru. Perusahaan berencana memperluas ketersediaan ke wilayah lain dalam beberapa bulan ke depan.
Build menggunakan kombinasi model AI sumber terbuka (open-source) dan milik Roblox sendiri. Pengguna cukup mengetikkan perintah dalam bahasa alami—misalnya "buat arena balap dengan rintangan lava"—dan AI langsung menerjemahkannya menjadi pengalaman interaktif yang bisa dimainkan.
Sistem ini dirancang untuk menurunkan hambatan teknis pembuatan game. Tidak perlu kemampuan coding atau desain 3D; cukup ide dan kalimat.
Tidak semua pengguna bisa langsung mencoba Build. Roblox menetapkan batas usia minimal 9 tahun untuk menggunakan alat pembuatan ini. Sementara itu, hasil kreasi yang lolos pemeriksaan keamanan dan dipublikasikan hanya bisa diakses oleh pemain berusia 16 tahun ke atas di seluruh dunia.
Kebijakan ini muncul setelah sistem verifikasi usia Roblox sebelumnya menuai kritik. Bulan lalu, platform tersebut meluncurkan restricted account tiers sebagai lapisan keamanan tambahan bagi pengguna muda.
Kehadiran Build membuka potensi besar bagi kreator amatir yang selama ini terhalang oleh kompleksitas teknis. Dengan modal smartphone dan imajinasi, siapa pun bisa menjadi pengembang game di ekosistem Roblox.
Namun, pertanyaan tentang penyalahgunaan AI tetap mengemuka. Roblox perlu memastikan sistem moderasi kontennya mampu menyaring kreasi yang tidak pantas atau berbahaya sebelum tayang ke publik. Jika tidak, fitur ini berisiko menjadi celah baru seperti yang pernah terjadi pada sistem keamanan mereka sebelumnya.
Build akan diuji coba secara terbatas di Selandia Baru lebih dulu. Belum ada konfirmasi jadwal kedatangan fitur ini ke Indonesia.