SAMARINDA — Sebanyak 29 dokter spesialis mulai ditugaskan di sejumlah rumah sakit daerah di Kalimantan Timur. Kebijakan ini merupakan bagian dari program penugasan khusus untuk memperluas akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan berkualitas bagi masyarakat di kabupaten dan kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menyebut pemerataan tenaga dokter spesialis menjadi fokus utama pemprov. “Penempatan dokter spesialis ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit daerah,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Para dokter spesialis ditempatkan di sembilan rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah. Di antaranya RSUD Aji Muhammad Salehudin II, RSUD Sangkulirang Kutai Timur, RSUD Muara Bengkal, dan RS Mangku Jaya Linggang Bigung Kutai Barat.
Selain itu, RSUD Abdoel Wahab Sjahranie, RSJD Atma Husada Mahakam, RSUD Gerbang Sehat Mahakam Ulu, RSUD Aji Muhammad Idris Kutai Kartanegara, hingga RSUD Talisayan Berau juga masuk dalam daftar penerima.
Jaya Mualimin menjelaskan bahwa penambahan tenaga spesialis diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan tenaga medis. “Harapannya masyarakat di daerah dapat memperoleh pelayanan kesehatan rujukan yang lebih baik tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit besar,” katanya.
Selama ini, warga di daerah terpencil kerap kesulitan mengakses dokter spesialis. Banyak pasien harus dirujuk ke rumah sakit besar di Samarinda atau Balikpapan yang jaraknya bisa mencapai ratusan kilometer.
Dengan kehadiran 29 dokter spesialis ini, rumah sakit daerah diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih komprehensif. Jaya menambahkan, pelayanan akan menjadi lebih cepat, efektif, dan berkualitas. “Sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang optimal di daerahnya sendiri,” pungkasnya.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi pasien di Kutai Timur, Kutai Barat, Mahakam Ulu, hingga Berau. Mereka tak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis.