Apple Watch Kuasai 90% Pasar Smartwatch AI, Pengiriman Naik 70% di Awal 2026

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:59:31 WIB
Apple Watch menguasai 90% pasar smartwatch dengan kemampuan Edge AI pada kuartal pertama 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Data terbaru dari firma riset Counterpoint Research mengungkapkan bahwa Apple menguasai hampir seluruh pangsa pasar smartwatch yang dibekali kemampuan kecerdasan buatan (AI) on-device. Tepatnya, Apple Watch menyumbang sekitar 90% dari total pengiriman smartwatch berkemampuan Edge AI secara global pada kuartal pertama 2026.

Dominasi ini terjadi di tengah pertumbuhan pesat adopsi Edge AI di pasar smartwatch secara keseluruhan. Counterpoint mencatat, penetrasi teknologi ini naik 70% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai 25% dari total pengiriman smartwatch global pada Q1 2026.

Apa Itu Edge AI di Smartwatch?

Edge AI merujuk pada kecerdasan buatan yang diproses langsung oleh chip di dalam perangkat, bukan dikirim ke server cloud atau ponsel. Dalam konteks Apple Watch, Neural Engine di dalam chip S9 dan seri terbarunya memungkinkan fitur seperti deteksi detak jantung tidak teratur (irregular heartbeat) atau pendeteksian jatuh (fall detection) bekerja secara real-time tanpa perlu mengirim data ke iPhone atau internet.

"Integrasi Edge AI memungkinkan wawasan kesehatan secara real-time dan respons yang lebih cepat, sekaligus menjaga privasi data pengguna," ujar Anshika Jain, Principal Analyst di Counterpoint Research, dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa saat ini, penetrasi Edge AI masih terbatas pada merek-merek terdepan.

Fitur Kesehatan Jadi Andalan Utama

Penggunaan utama Edge AI di smartwatch masih berkutat pada pemantauan kesehatan dan kebugaran. Data Counterpoint menunjukkan pengiriman smartwatch dengan fitur pemantauan tekanan darah (blood pressure monitoring) meningkat dua kali lipat secara tahunan. Sementara itu, deteksi sleep apnea (henti napas saat tidur) melonjak tiga kali lipat pada periode yang sama.

Menariknya, Counterpoint menyebut sejumlah merek kini mulai mengincar deteksi diabetes sebagai fitur kesehatan besar berikutnya yang akan didukung oleh AI on-device.

Keunggulan Chip Apple Dibanding Kompetitor

Keunggulan Apple di ranah ini bukanlah kebetulan. Raksasa teknologi asal Cupertino itu sudah memperkenalkan chip S9 dengan Neural Engine 4-inti yang didedikasikan untuk pembelajaran mesin (machine learning) on-device sejak tahun 2023.

Kompetitor baru menyusul beberapa tahun kemudian. Huawei baru meluncurkan chip Kirin W80 pada 2025 untuk menggerakkan asisten suara "Celia" secara lokal. Qualcomm disebut baru akan memasuki arena tahun ini lewat platform Snapdragon Wear Elite. Sementara itu, Google dikabarkan tengah menyiapkan chip wearable berbasis Tensor, namun hingga saat ini belum ada produk yang dikirimkan.

Alternatif Software Mulai Bermunculan

Counterpoint juga mencatat adanya pendekatan alternatif yang digerakkan oleh software. Platform Apollo milik Ambiq, misalnya, menjalankan inferensi AI pada inti vektor (vector-core) melalui ekstensi Helium milik Arm, bukan menggunakan perangkat keras saraf (NPU) khusus.

Pendekatan ini masih berada di posisi niche dibandingkan strategi chip khusus ala Apple. Namun, metode ini berpotensi memungkinkan smartwatch yang lebih murah untuk menawarkan beberapa fitur Edge AI tanpa harus menggunakan chip seni tinggi yang telah dibangun Apple selama bertahun-tahun.

Definisi Ketat Edge AI

Perlu dicatat, Counterpoint hanya mengklasifikasikan sebuah smartwatch sebagai perangkat berkemampuan Edge AI jika memenuhi dua syarat. Pertama, perangkat harus memiliki neural engine atau NPU di dalamnya. Kedua, setidaknya satu dari fitur kesehatan, keselamatan, atau interaksinya benar-benar menjalankan proses inferensi di chip tersebut, bukan sekadar menyertakan perangkat keras tanpa fungsi nyata.

Dengan definisi ini, dominasi Apple menunjukkan bahwa ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak mereka telah matang untuk menghadirkan AI yang benar-benar bekerja langsung di pergelangan tangan pengguna.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: macrumors.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top