SAMARINDA — Rangkaian balap motor ini digelar oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim bersama Polresta Samarinda. Total 250 starter akan turun di 20 kelas yang dipertandingkan, termasuk enam kelas utama Porprov.
Ketua Panitia Penyelenggara Ma’aris Ihwanul Haq menegaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai program pembinaan sekaligus regenerasi atlet balap motor di Kaltim. “Kegiatan ini dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjalankan program IMI Kaltim. Tujuan utamanya menjaring bibit-bibit muda untuk generasi pembalap Kaltim,” ujarnya.
Perhatian khusus diberikan kepada pembinaan usia dini melalui kelas Mini GP. Dua kategori dibuka, yakni Mini GP non-prestasi untuk pembalap maksimal 10 tahun dan Mini GP kelas utama untuk usia maksimal 12 tahun.
“Untuk Mini GP U-12 ada sekitar 17 pembalap, sedangkan kelas non-prestasi hampir 20 pembalap,” jelas Ma’aris. Antusiasme anak-anak ini menjadi sinyal positif bagi masa depan balap motor Kaltim.
Panitia menyiapkan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah. Selain uang pembinaan, tersedia satu unit sepeda motor serta hadiah khusus bagi juara umum pemula dan kelas non-prestasi.
Namun, daya tarik utama ajang ini adalah fungsinya sebagai seleksi menuju Porprov Kaltim yang akan digelar di Kabupaten Paser. Para pembalap dari Paser, Penajam Paser Utara, Bontang, Berau, Kutai Kartanegara, hingga tuan rumah Samarinda bersaing ketat.
Pada hari pertama, panitia menggelar sesi kualifikasi untuk menentukan posisi start balapan final. Tiga kelas final langsung dipertandingkan pada sore hari. Sistem ini memastikan hanya pembalap terbaik yang melaju ke babak puncak.
“Kelas yang dimainkan ada 20 kelas, terdiri dari enam kelas utama Porprov dan sisanya kelas supporting,” tambah Ma’aris. Skema ini diharapkan mampu memetakan potensi atlet secara merata dari seluruh daerah di Kaltim.
Kejuaraan ini menjadi bukti bahwa pembinaan balap motor di Kaltim terus bergerak. Dengan keterlibatan IMI dan kepolisian, regenerasi pembalap muda diharapkan tidak terputus. Ajang seperti ini menjadi panggung awal sebelum mereka berlaga di level provinsi.