KALIMANTAN TIMUR — Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Banyak pihak berharap skuad Garuda mengakhiri puasa gelar di level Asia Tenggara, namun Herdman punya prioritas berbeda.
Bagi pelatih asal Inggris itu, hasil akhir di Piala AFF bukan satu-satunya ukuran. Herdman ingin memanfaatkan setiap pertandingan untuk mengevaluasi kemampuan pemain lokal yang layak masuk proyek jangka panjang.
"Piala AFF memberi kami kesempatan untuk mempersiapkan pemain-pemain lokal. Ini juga menjadi kesempatan bagi saya untuk memahami siapa saja pemain lokal yang mampu berkontribusi di AFC dan juga untuk masa depan tim nasional," ujar John Herdman.
Herdman secara spesifik menyebut nama Donny Tri sebagai salah satu pemain muda yang akan diberi panggung lebih besar. Menurutnya, atmosfer pertandingan internasional sangat berbeda dibanding kompetisi domestik.
"Saya ingin memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda. Misalnya Donny Tri, saya berharap dia mendapatkan lebih banyak pengalaman internasional," sambung eks pelatih Kanada tersebut.
Ia menilai tantangan terbesar di level internasional bukan hanya kualitas lawan, tetapi juga tekanan dan pengalaman yang menyertainya. "Ada perjalanan, tekanan pertandingan, dan banyak pengalaman lain yang bisa dipelajari. Karena itu, lawan bukanlah hal utama yang saya pikirkan. Yang paling penting adalah para pemain menunjukkan perkembangan," tegas Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun itu menegaskan seluruh program Timnas Indonesia disusun berdasarkan target besar. Piala AFF 2026 hanyalah salah satu tahapan menuju tujuan yang lebih ambisius.
"Kami harus melihat tujuan jangka panjang. Target utama kami adalah tahun 2030. Setelah itu ada AFC 2027 (Piala Asia), kemudian FIFA ASEAN," ucap John Herdman.
Dengan pendekatan ini, Herdman tak ingin terpaku pada hasil instan. Ia lebih fokus membangun fondasi tim yang kuat agar Indonesia mampu bersaing di level Asia dan mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia 2030.