Pemerintah Targetkan Mandatori Etanol untuk Bensin Mulai 2027, Tahap Awal Campuran 10-20 Persen

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 20:06:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan target mandatori etanol pada bensin mulai 2027.

KALIMANTAN TIMUR — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana pemerintah untuk menerapkan mandatori etanol pada bensin mulai 2027. Pengumuman itu disampaikan Bahlil di sela-sela peluncuran program Biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Kamis (9/7).

“Dengan keberhasilan B50, maka kita mau kopi, mau contoh untuk bensin, yaitu etanol,” kata Bahlil dalam keterangannya kepada wartawan.

Skema Bertahap dan Bahan Baku dari Tebu hingga Jagung

Bahlil menjelaskan, arahan Presiden Prabowo Subianto soal etanol sudah jelas. Mandatori akan berjalan secara bertahap. Pada 2027, campuran etanol dalam bensin ditargetkan berada di level 10 persen hingga 20 persen.

“Nah arahan Bapak Presiden, etanol kita harus lakukan, maka mandatori kita akan lakukan 2027, tahap pertama 10 persen sampai dengan 20 persen,” ujar Bahlil.

Etanol merupakan bahan bakar nabati yang dapat dicampurkan ke bensin. Pemerintah menyiapkan tiga komoditas utama sebagai bahan baku: tebu, singkong, dan jagung. Pengembangan etanol, kata Bahlil, akan dikelola bersama oleh Danantara, Pertamina, dan pelaku swasta lainnya.

Belajar dari Keberhasilan Biodiesel B50

Pemerintah mencontoh skema yang sudah berjalan pada program biodiesel. B50, yang baru saja diluncurkan, disebut telah digunakan oleh 56 persen dari total konsumsi solar nasional. Menurut Bahlil, masa transisi dua bulan disiapkan untuk menghabiskan stok B40 sebelum seluruh pasokan solar beralih ke B50.

“Jadi sekarang itu sudah dipakai 56 persen dari total solar yang sudah jalan. Jadi nanti dua bulan B40-nya habis, dua bulan transisi, semuanya sudah pakai B50,” kata Bahlil.

Bahlil menggambarkan B50 bukan sekadar campuran bahan bakar. “B50 adalah perpaduan antara keberanian mengambil keputusan, keberpihakan kepada rakyat, dan keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas sumber dayanya sendiri,” ujarnya.

Tantangan Pasokan dan Kesiapan Industri Etanol

Meski optimistis, tantangan program etanol tidak ringan. Berbeda dengan biodiesel yang bertumpu pada kelapa sawit, etanol membutuhkan kesiapan bahan baku dari sektor perkebunan dan pertanian lain. Pemerintah harus memastikan pasokan tebu, singkong, dan jagung dalam jumlah besar serta harga yang kompetitif sebelum mandatori berjalan.

Bahlil belum merinci secara detail kebutuhan bahan baku etanol pada 2027. Ia hanya menegaskan program itu akan dimulai secara bertahap dari 10 persen sampai 20 persen. Kesiapan industri, infrastruktur distribusi, dan regulasi pendukung diperkirakan menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dalam dua tahun ke depan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top