KALIMANTAN TIMUR — Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menyusuri sejumlah fasilitas vital rumah sakit. Mulai dari layanan Medical Check Up (MCU), Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi 24 jam, ruang rawat inap, hingga poliklinik spesialis. Ia juga mengecek kesiapan laboratorium dan farmasi.
Iriawan mengapresiasi kinerja seluruh jajaran rumah sakit. Menurutnya, RS IHC Perkebunan Jember Klinik berhasil menghadirkan layanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis dan tepercaya bagi warga Jember.
"RS IHC Perkebunan Jember Klinik telah menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas lahir dari profesionalisme, dedikasi, dan ketulusan seluruh insan rumah sakit. Pertahankan kepercayaan masyarakat yang telah dibangun dengan kerja keras selama ini," ujar Iriawan di sela-sela kunjungannya.
Lebih lanjut, mantan Kapolri ini mengingatkan bahwa tantangan dunia kesehatan ke depan sangat dinamis. Pengembangan fasilitas dan adopsi teknologi medis mutakhir harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
"Teruslah berinovasi, tingkatkan kompetensi, serta jaga keramahan dan empati kepada setiap pasien. Keramahan adalah jiwa pelayanan kesehatan, sedangkan profesionalisme menjadi fondasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.
RS IHC Perkebunan Jember Klinik merupakan bagian dari PT Pertamina Bina Medika (IHC), holding rumah sakit BUMN. Kunjungan komisaris utama ini menjadi sinyal kuat bahwa direksi ingin memastikan setiap unit usaha di bawah Pertamina Group, termasuk sektor kesehatan, beroperasi dengan standar tinggi.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen Pertamina untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, tidak hanya melalui sektor energi, tetapi juga melalui layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan adanya penekanan pada inovasi dan empati, RS IHC Jember diharapkan bisa terus menjadi pilihan utama warga Jember dan sekitarnya.