Nilai Rata-Rata TKA 2026 Jenjang SMP di Bontang Tertinggi se-Kaltim, Ungguli Samarinda dan Balikpapan

Penulis: Aditya Nugraha  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 22:05:19 WIB
Kota Bontang raih nilai rata-rata TKA SMP tertinggi se-Kaltim pada 2026.

BONTANG — Kota Bontang berhasil menempati posisi pertama dalam perolehan nilai rata-rata TKA 2026 untuk jenjang SMP se-Kalimantan Timur. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, nilai rata-rata Bahasa Indonesia mencapai 70,55 dan Matematika 44,73.

Capaian itu mengungguli Kota Balikpapan yang berada di peringkat kedua dengan nilai Bahasa Indonesia 69,21 dan Matematika 44,48. Kota Samarinda menyusul di urutan ketiga dengan skor 66,14 dan 42,90. Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berada di posisi keempat dengan nilai 65,34 dan 41,88.

Hasil TKA 2026 Sudah di Atas Standar Provinsi dan Nasional

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengkonfirmasi bahwa nilai rata-rata pelajar di kota tersebut telah melampaui standar yang ditetapkan di tingkat provinsi maupun nasional. “Iya, Alhamdulillah kita yang tertinggi di Kaltim. Nilai rerata anak-anak berada di atas standar provinsi dan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, hasil ini menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan di Bontang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Meski begitu, ia mengingatkan para pengajar untuk tidak cepat berpuas diri dan tetap melakukan evaluasi secara berkala.

Pemkot Bontang Siapkan Perwali untuk Perkuat Literasi dan Numerasi

Sebagai langkah tindak lanjut, Disdikbud Bontang saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan wali kota (perwali) yang fokus pada penguatan literasi dan numerasi. Regulasi ini nantinya akan menjadi landasan hukum dalam meningkatkan budaya membaca, kemampuan berpikir kritis, serta kompetensi numerasi siswa di seluruh SMP.

Saparuddin menambahkan bahwa perwali tersebut diharapkan mampu menjaga konsistensi prestasi akademik dan mendorong perbaikan di titik-titik yang masih perlu ditingkatkan. “Langkah evaluasi tetap diperlukan guna meningkatkan capaian rerata nilai di tahun berikutnya,” katanya.

Dengan adanya regulasi ini, Pemkot Bontang berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada pencapaian angka semata.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: dialektis.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top