Ratusan Siswa SMKN 4 PPU Dibekali Keterampilan Pemadaman Kebakaran oleh PT WKP dan DPKP Waru

Penulis: Endra Sanjaya  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 22:31:31 WIB
Siswa SMKN 4 PPU mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran yang diselenggarakan PT WKP dan DPKP Waru.

PENAJAMPT Waru Kaltim Plantation (WKP) menggandeng DPKP Posko Waru menggelar pelatihan penanganan kebakaran bagi pelajar SMKN 4 PPU. Program ini menyasar 250 siswa dari berbagai jurusan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah dan pemukiman.

Mengapa Siswa Perlu Terampil Memadamkan Api?

Pelatihan ini tidak sekadar teori. Para siswa diajak langsung mempraktikkan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan teknik pemadaman api skala kecil menggunakan karung basah. Instruktur dari DPKP Posko Waru memandu setiap langkah dengan simulasi kobaran api di halaman sekolah.

“Kami ingin siswa tidak panik saat menghadapi kebakaran. Keterampilan dasar ini bisa menyelamatkan nyawa dan harta benda sebelum petugas tiba,” ujar Kepala DPKP Posko Waru, Andi Sulaiman, di sela kegiatan.

Simulasi Kebakaran: Dari Teori ke Lapangan

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang. Sesi pertama diisi pemaparan tentang klasifikasi kebakaran dan faktor penyebabnya. Sesi kedua menjadi puncak: siswa bergiliran memadamkan api dari tabung gas yang sengaja dinyalakan.

Seorang siswi kelas XI, Rina, mengaku sempat gemetar saat pertama kali menghadapi api. “Tapi setelah instruktur memberi arahan, saya jadi tahu cara memegang APAR dan menyemprotkan ke arah yang benar. Seru juga,” katanya.

Apa Langkah Selanjutnya?

PT WKP berencana memperluas program serupa ke sekolah-sekolah lain di Kecamatan Waru. Manajer CSR PT WKP, Dedi Hartono, menyebut pelatihan ini bagian dari komitmen perusahaan dalam mitigasi bencana di wilayah operasional.

“Kami berharap siswa bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya. Setidaknya, mereka bisa mengedukasi keluarga dan tetangga tentang bahaya kebakaran,” ujar Dedi.

Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Kepala SMKN 4 PPU, Sutrisno, mengatakan keterampilan semacam ini jarang diajarkan dalam kurikulum formal. “Ini bekal berharga yang langsung bisa dipraktikkan di rumah,” pungkasnya.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top