PENAJAM — PT Waru Kaltim Plantation (WKP) menggandeng DPKP Posko Waru menggelar pelatihan penanganan kebakaran bagi pelajar SMKN 4 PPU. Program ini menyasar 250 siswa dari berbagai jurusan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah dan pemukiman.
Pelatihan ini tidak sekadar teori. Para siswa diajak langsung mempraktikkan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan teknik pemadaman api skala kecil menggunakan karung basah. Instruktur dari DPKP Posko Waru memandu setiap langkah dengan simulasi kobaran api di halaman sekolah.
“Kami ingin siswa tidak panik saat menghadapi kebakaran. Keterampilan dasar ini bisa menyelamatkan nyawa dan harta benda sebelum petugas tiba,” ujar Kepala DPKP Posko Waru, Andi Sulaiman, di sela kegiatan.
Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga siang. Sesi pertama diisi pemaparan tentang klasifikasi kebakaran dan faktor penyebabnya. Sesi kedua menjadi puncak: siswa bergiliran memadamkan api dari tabung gas yang sengaja dinyalakan.
Seorang siswi kelas XI, Rina, mengaku sempat gemetar saat pertama kali menghadapi api. “Tapi setelah instruktur memberi arahan, saya jadi tahu cara memegang APAR dan menyemprotkan ke arah yang benar. Seru juga,” katanya.
PT WKP berencana memperluas program serupa ke sekolah-sekolah lain di Kecamatan Waru. Manajer CSR PT WKP, Dedi Hartono, menyebut pelatihan ini bagian dari komitmen perusahaan dalam mitigasi bencana di wilayah operasional.
“Kami berharap siswa bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya. Setidaknya, mereka bisa mengedukasi keluarga dan tetangga tentang bahaya kebakaran,” ujar Dedi.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Kepala SMKN 4 PPU, Sutrisno, mengatakan keterampilan semacam ini jarang diajarkan dalam kurikulum formal. “Ini bekal berharga yang langsung bisa dipraktikkan di rumah,” pungkasnya.