SAMARINDA — Sorotan tajam dilayangkan Komisi II DPRD Samarinda kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda. Dewan menilai realisasi anggaran pada semester pertama 2026 belum optimal dan kurang menyentuh kebutuhan warga. Anggota Komisi II, Iswandi, secara spesifik meminta agar kebijakan Disdag lebih berpihak kepada masyarakat.
Iswandi menyebut, dari data yang diterima pihaknya, penyerapan anggaran Disdag masih rendah. Ia mendorong dinas untuk segera mengevaluasi program kerja agar sisa anggaran bisa digunakan efektif hingga akhir tahun. “Jangan sampai anggaran yang sudah dialokasikan tidak bermanfaat maksimal untuk warga,” ujarnya.
Kritik ini muncul di tengah situasi ekonomi yang menekan daya beli masyarakat. Iswandi menekankan bahwa Disdag harus menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung pelaku UMKM. “Fokus utama harus pada program yang langsung dirasakan pedagang pasar dan konsumen kecil,” tegasnya.
Menurutnya, sejumlah program seperti operasi pasar murah dan pembinaan pedagang perlu digencarkan. Hal itu dinilai lebih relevan ketimbang kegiatan seremonial yang menyerap biaya besar namun minim dampak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdag Samarinda belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik tersebut. Dewan berharap ada perbaikan signifikan pada realisasi anggaran di semester kedua. Komisi II mengancam akan memanggil dinas jika serapan anggaran dan program kerja tidak kunjung menunjukkan perbaikan.