Banjir Selili Samarinda Kini Bukan Lagi Masalah Musiman, DPRD Ajak 9 Anggota Dewan Dapil I Cari Solusi Jangka Panjang

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 22 Juni 2026 | 18:07:01 WIB
Legislator DPRD Samarinda meninjau lokasi banjir Selili untuk mencari solusi jangka panjang.

SAMARINDA — Genangan setinggi lutut orang dewasa yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di Selili selama empat hari berturut-turut pertengahan Juni lalu menjadi titik balik. Para legislator menilai pendekatan gotong royong lintas sektor tak bisa lagi ditawar.

"Ini bukan banjir kiriman biasa. Debit air naik dalam hitungan jam dan surut lebih lambat dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Ketua Komisi III DPRD Samarinda yang turut dalam rombongan, saat ditemui di lokasi, pekan lalu.

Awal Mula: Laporan Warga yang Mengubah Pola Pikir Dewan

Rendaman pertama kali dilaporkan warga RT 12 dan RT 14 pada Senin pagi, 15 Juni. Dalam waktu enam jam, air merambah ke 11 RT di Kelurahan Selili. Yang membuat dewan terkejut, wilayah yang selama satu dekade terakhir tak pernah kebanjiran ikut terendam.

Anggota DPRD dari Dapil I yang meliputi Kecamatan Samarinda Ilir dan Samarinda Kota langsung menggelar rapat dadakan di aula kelurahan pada Selasa malam. Sembilan dari sebelas anggota dewan dapil tersebut hadir, termasuk perwakilan dari tiga fraksi berbeda.

Proses: Bagaimana Tim Turun Tangan?

Rombongan dewan tidak hanya datang untuk melihat. Mereka membagi diri ke dalam tiga kelompok: satu tim menyusuri saluran drainase utama, satu tim mendata rumah terdampak, dan satu tim berdiskusi dengan lurah serta ketua RT setempat.

Hasil pendataan awal menunjukkan setidaknya 200 kepala keluarga terdampak langsung. Sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan ringan pada perabot dan dinding akibat rendaman yang berlangsung lebih dari 48 jam.

"Kami menemukan sedimentasi parah di saluran sekunder. Lebar gorong-gorong menyempit hingga setengahnya karena lumpur dan sampah," kata salah satu anggota tim yang memeriksa drainase.

Apa Langkah Selanjutnya?

DPRD Samarinda berencana membawa temuan lapangan ini ke rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda pada pekan depan. Salah satu usulan yang mengemuka adalah normalisasi total saluran primer di kawasan Selili sepanjang 2,3 kilometer.

Selain itu, para dewan mendorong pemkot untuk me

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top