Disclosure Day menjadi bukti lain bahwa Spielberg belum kehilangan sentuhannya dalam merangkai kisah antargalaksi yang personal dan spektakuler. Namun, bagi penggemar yang haus akan lebih banyak petualangan luar angkasa garapannya, ada sederet judul klasik dan modern yang layak masuk daftar tontonan.
Spielberg tidak hanya sekali dua kali mengangkat tema pertemuan dengan makhluk asing. Ia memiliki kanon film yang secara tematik saling terhubung, meski masing-masing punya tone yang khas. Mulai dari keajaiban, ketakutan, hingga harapan kemanusiaan.
Film pertama yang wajib ditonton adalah Close Encounters of the Third Kind (1977). Di sini, Spielberg mengeksplorasi gagasan komunikasi damai dengan alien lewat visual dan musik yang ikonik. Beda dengan Disclosure Day yang sarat aksi, film ini lebih meditatif dan penuh rasa ingin tahu.
Tak ada daftar film alien Spielberg yang lengkap tanpa E.T. the Extra-Terrestrial (1982). Film ini mungkin yang paling emosional dari seluruh katalognya. E.T. bukan soal invasi atau ancaman, melainkan persahabatan murni antara seorang anak dan makhluk dari bintang lain.
Bagi penonton yang menikmati momen-momen intim dan mengharukan di Disclosure Day, E.T. adalah pelengkap sempurna. Keduanya sama-sama menempatkan manusia sebagai pihak yang harus belajar menerima perbedaan.
Berbeda dari dua film sebelumnya, Minority Report (2002) membawa Spielberg ke ranah fiksi ilmiah noir yang gelap. Meski tidak secara langsung membahas alien, film ini mengeksplorasi tema pengawasan, takdir, dan teknologi yang melampaui kendali manusia.
Lalu ada War of the Worlds (2005), adaptasi dari novel H.G. Wells yang justru membalik narasi: alien datang sebagai penjajah brutal. Jika Disclosure Day menyajikan invasi dari sudut pandang optimis, War of the Worlds adalah sisi sebaliknya yang mencekam.
Interstellar (2014) memang disutradarai Christopher Nolan, tapi Spielberg terlibat dalam tahap awal pengembangan proyek ini. Namun, untuk menutup daftar, A.I. Artificial Intelligence (2001) justru lebih tepat. Film ini awalnya digagas Stanley Kubrick, lalu diwariskan ke Spielberg.
A.I. menggabungkan tema alien dengan pertanyaan eksistensial tentang apa artinya menjadi manusia. Bukan sekadar tontonan, film ini adalah perenungan panjang yang akan melekat lama setelah kredit akhir bergulir — persis seperti yang dilakukan Disclosure Day pada penontonnya.