Bontang Hanya Dapat Jatah 6 Program Bankeu Kaltim, Wali Kota Neni Prioritaskan Penanganan Banjir

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 16:12:01 WIB
Wali Kota Bontang prioritaskan perbaikan turap dan drainase untuk penanganan banjir.

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang harus menyusun skala prioritas secara ketat setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membatasi jatah usulan bantuan keuangan (Bankeu) tahun ini hanya enam program. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa perbaikan turap dan drainase di titik-titik rawan genangan akan menjadi usulan utama.

“Hanya itu prioritas yang kami ajukan nanti. Saya ingin banjir ini selesai dulu. Pembangunan dan perbaikan turap akan jadi prioritas utama,” ujar Neni, Selasa (2/6/2026).

Empat dari Enam Usulan Fokus pada Infrastruktur Pengendali Banjir

Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, menjelaskan bahwa dari enam usulan yang diajukan, sektor Pekerjaan Umum (PU) mendominasi dengan empat paket kegiatan. Mayoritas fokus pada perbaikan drainase di titik-titik rawan genangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Yang dibatasi itu jumlah paketnya, bukan nilai anggarannya. Kita hanya boleh mengajukan enam usulan, jadi kami masukkan yang benar-benar kebutuhan mendesak,” kata Syahruddin.

Dua usulan sisanya masing-masing dialokasikan untuk program penanganan stunting dan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari tingkat kecamatan atau distrik.

Total Usulan Capai Rp 200 Miliar, Belum Ada Jaminan Semua Disetujui

Meski nilai total usulan mencapai Rp 200 miliar, Neni menyadari posisi tawar pemerintah kota tetap bergantung pada kemampuan fiskal Pemprov Kaltim. Syahruddin pun mengingatkan warga agar tetap realistis mengingat kondisi keuangan provinsi yang sedang tertekan.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa bantuan keuangan untuk kabupaten/kota bakal dihapus total akibat anjloknya kemampuan fiskal Kalimantan Timur. Namun, lobi-lobi di meja Musrenbang dan komunikasi intens antara para kepala daerah dengan gubernur akhirnya membuahkan hasil.

“Pintu bantuan tetap terbuka, meski ruang geraknya kini lebih sempit,” tambah Syahruddin.

Bagaimana Nasib Usulan Jika Anggaran Provinsi Kembali Mengetat?

Pemkot Bontang berharap seluruh usulan senilai Rp 200 miliar bisa diakomodasi sepenuhnya demi kepentingan publik. Namun, belum ada jaminan semua usulan tersebut bakal disetujui mengingat kondisi keuangan provinsi yang sedang tertekan.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: pranala.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top