BALIKPAPAN — Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini tidak sekadar seremoni. Wali Kota Balikpapan secara spesifik mengarahkan perhatian pada generasi penerus, menyebut mereka sebagai kunci utama keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa tantangan menjaga persatuan ke depan akan semakin kompleks. Anak muda, menurutnya, adalah kelompok yang paling rentan terpapar perpecahan sekaligus paling potensial menjadi agen pemersatu.
"Momen Hari Lahir Pancasila ini kami khususkan untuk menitipkan pesan kepada generasi muda. Mereka yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan menjaga keutuhan bangsa," ujar Wali Kota dalam kesempatan tersebut.
Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kaum muda, untuk aktif merawat persatuan di tengah keberagaman. Ajakan itu disampaikan tidak hanya secara verbal, tetapi juga diharapkan terwujud dalam tindakan nyata di lingkungan sekolah, kampus, maupun komunitas.
Ia menilai, generasi muda Balikpapan memiliki peran vital sebagai jembatan antar kelompok. Oleh karena itu, pemahaman terhadap ideologi Pancasila harus terus ditanamkan sejak dini, bukan sekadar dihafal, melainkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kepada generasi muda, Wali Kota juga mengingatkan seluruh warga Balikpapan untuk tidak lengah terhadap potensi konflik horizontal. Ia meminta agar perbedaan pilihan politik, latar belakang suku, maupun agama tidak menjadi sekat dalam bermasyarakat.
"Persatuan adalah modal dasar pembangunan. Tanpa itu, program apa pun akan sulit berjalan," tegasnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Balikpapan tahun ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa. Tidak ada agenda besar selain refleksi dan penguatan komitmen kebangsaan.