PENAJAM — Operasi pencarian warga yang dilaporkan hilang di hutan ITCIKU, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, memasuki hari ketiga tanpa hasil. Tim SAR gabungan dari berbagai unsur terus menyisir kawasan hutan produksi tersebut sejak laporan kehilangan diterima pada awal pekan ini.
Kepala Basarnas Kaltim menyebutkan, tim memperluas radius penyisiran di jalur darat pada hari ini. "Kami tidak hanya terfokus pada titik awal laporan, tetapi juga area sekitarnya yang belum terjangkau," ujarnya dalam keterangan singkat di lokasi.
Korban dilaporkan pergi seorang diri ke dalam hutan untuk mencari hewan ternak yang tidak pulang sejak beberapa hari sebelumnya. Keluarga mulai curiga setelah korban tak kunjung kembali hingga malam hari.
Laporan diterima oleh pihak desa dan diteruskan ke aparat keamanan setempat. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan keesokan harinya, melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan desa.
Penyisiran hari ketiga difokuskan pada jalur darat yang belum dijelajahi. Tim dibagi ke dalam beberapa regu, masing-masing membawa perlengkapan navigasi dan komunikasi. Mereka menyusuri sungai kecil dan jalur bekas tebangan yang ada di dalam konsesi hutan ITCIKU.
Kondisi medan yang berat dan vegetasi rapat menjadi kendala utama. Tim juga harus berhadapan dengan cuaca yang tak menentu di kawasan Sepaku. Meski begitu, pencarian terus dilakukan tanpa jeda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Tim SAR masih menunggu perkembangan dari hasil penyisiran di sektor timur dan utara hutan. Jika hingga hari keempat belum ditemukan, pihak Basarnas akan mempertimbangkan penggunaan alat pendeteksi atau anjing pelacak.
Keluarga korban masih menunggu di posko darurat yang didirikan di dekat pintu masuk hutan. Mereka berharap tim SAR segera membawa kabar baik.