SAMARINDA — Dasmiah meminta mahasiswa yang belum menerima dana refund untuk langsung menagih ke kampus masing-masing. Ia menegaskan bahwa proses pencairan dari pemerintah provinsi sudah selesai seratus persen.
"Kalau belum refund, tagih kampusnya!" ujar Dasmiah di Samarinda, Selasa (19/11/2024).
Menurut Dasmiah, seluruh dana Gratispol Pendidikan 2025 telah ditransfer ke rekening masing-masing universitas pekan lalu. Ia menyebut tidak ada lagi anggaran yang tersisa di kas daerah untuk program tersebut.
Pernyataan ini keluar setelah sejumlah mahasiswa mengeluhkan dana refund yang menggantung. Beberapa di antaranya mengaku sudah berkali-kali bertanya ke pihak fakultas namun belum mendapat kepastian.
Dana Gratispol Pendidikan 2025 merupakan program bantuan biaya kuliah dari Pemprov Kaltim. Setiap mahasiswa penerima berhak mendapatkan refund setelah kampus menerima transfer dari pemerintah.
Alur pencairannya: Pemprov mentransfer ke rekening universitas, kemudian rektorat mendistribusikan ke mahasiswa. Dasmiah memastikan bahwa kendala saat ini bukan lagi di tingkat provinsi.
"Kami sudah selesaikan kewajiban kami. Sekarang tinggal proses di internal kampus masing-masing," tambahnya.
Dasmiah mendorong mahasiswa untuk aktif menanyakan jadwal refund ke bagian kemahasiswaan atau biro keuangan kampus. Ia juga meminta agar pengaduan disertai bukti nama tercatat sebagai penerima Gratispol 2025.
Jika kampus tidak kunjung merespons, mahasiswa bisa melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim. Pihak dinas akan memfasilitasi komunikasi antara mahasiswa dan rektorat.
Beberapa mahasiswa mengaku sudah menerima refund pekan ini. Namun, tidak sedikit yang masih menunggu tanpa kejelasan jadwal. Perbedaan ini diduga karena prosedur administrasi di setiap kampus tidak seragam.
Seorang mahasiswa Universitas Mulawarman yang enggan disebut namanya mengatakan, "Teman saya di kampus lain sudah dapat. Saya masih nunggu info dari fakultas."
Pemprov Kaltim berjanji akan memantau proses pencairan di semua perguruan tinggi penerima Gratispol 2025 agar tidak ada mahasiswa yang dirugikan.