BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disdikbud memastikan diri tak berjalan sendiri dalam menyongsong program nasional Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Mereka baru saja menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktorat PAUD Kemendikbudristek di Jakarta. Kesepakatan ini menjadi pintu masuk untuk mendapatkan bantuan teknis dan pendampingan dalam menyusun grand design implementasi di daerah.
Perjanjian yang diteken antara Disdikbud Balikpapan dan Direktorat PAUD ini secara spesifik membahas skema bantuan implementasi. Substansinya bukan sekadar seremoni, melainkan meliputi asistensi penyusunan peta jalan, pemetaan satuan PAUD yang siap, serta skema transisi PAUD ke SD yang mulus. Disdikbud ingin grand design yang lahir nanti benar-benar aplikatif di lapangan.
Tanpa cetak biru yang jelas, program wajib belajar prasekolah berpotensi mandek di tengah jalan. Disdikbud Balikpapan perlu memastikan ketersediaan guru, ruang kelas, hingga kurikulum yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Grand design yang disusun bersama pusat diharapkan bisa menjawab kebutuhan riil di 34 kelurahan se-Kota Balikpapan.
Langkah ini juga menjadi antisipasi agar program tidak sekadar menambah beban administratif. Dengan pendampingan dari Direktorat PAUD, Disdikbud bisa mengukur kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia secara lebih akurat. Pemerintah kota ingin anak-anak Balikpapan mendapatkan hak pendidikan sejak usia prasekolah tanpa terkendala biaya atau akses.
Setelah perjanjian diteken, tim teknis dari Disdikbud akan menggelar serangkaian rapat koordinasi dengan Direktorat PAUD. Fokus awal adalah menyusun pemetaan jumlah anak usia 5-6 tahun yang belum tersentuh layanan PAUD di Balikpapan. Data ini menjadi modal utama sebelum grand design difinalisasi dan dianggarkan dalam APBD Perubahan.
Disdikbud Balikpapan menargetkan peta jalan implementasi sudah bisa dirampungkan dalam beberapa bulan ke depan. Jika grand design sudah rampung, tahap berikutnya adalah sosialisasi ke satuan pendidikan dan orang tua murid. Pemerintah kota optimistis program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah bisa berjalan efektif mulai tahun ajaran mendatang.