Pengamat Peternakan Unmul Soroti Praktik Kurban di Kaltim, Kesejahteraan Hewan Sapi dan Kambing Masih Terabaikan

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 25 Mei 2026 | 14:58:01 WIB
Pengamat Unmul menyoroti praktik kurban di Kaltim yang belum memenuhi standar kesejahteraan hewan.

SAMARINDA — Prosesi pemotongan hewan kurban di Kalimantan Timur, mulai dari penanganan sapi hingga kambing, dinilai masih jauh dari prinsip animal welfare. Pengamat Peternakan Universitas Mulawarman menyebutkan bahwa praktik di lapangan kerap mengabaikan aspek kesejahteraan hewan, baik sebelum, saat, maupun setelah penyembelihan.

Masalah Klasik: Penanganan Pra-Penyembelihan yang Kasar

Menurut pengamat dari Fakultas Peternakan Unmul, masalah utama justru terjadi sebelum pisau pemotong digunakan. Banyak hewan kurban yang diangkut dan diturunkan dengan cara kasar, diikat terlalu ketat, atau dibiarkan dalam kondisi stres di tempat penampungan yang sempit.

“Kondisi ini membuat hewan menderita secara fisik dan psikis. Padahal, syarat sah kurban juga menuntut hewan dalam kondisi sehat dan tidak cacat. Stres berat bisa mempengaruhi kualitas daging,” jelasnya.

Proses Penyembelihan: Bukan Sekadar Tajamnya Pisau

Pengamat itu menekankan bahwa penyembelihan yang benar tidak hanya soal pisau yang tajam. Waktu penyembelihan, posisi hewan, serta proses pengulitan dan pemotongan harus dilakukan dengan cepat dan tepat agar hewan tidak merasakan sakit berkepanjangan.

“Kami masih sering melihat hewan yang belum benar-benar mati saat mulai dikuliti. Ini pelanggaran serius terhadap etika dan kesejahteraan hewan,” tambahnya.

Apa yang Bisa Dilakukan Panitia Kurban?

Pihak Unmul mendorong panitia kurban di setiap masjid atau lingkungan untuk memberikan pelatihan dasar kepada para juru sembelih. Edukasi tentang teknik penyembelihan yang humanis dan sesuai syariat perlu digalakkan, bukan sekadar tradisi turun-temurun.

Selain itu, pengawasan dari Dinas Peternakan dan Perikanan setempat dinilai perlu ditingkatkan. Pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong juga harus menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top