Bontang Siapkan Lahan dan Insentif untuk Tarik Investasi Pabrik Pengalengan Ikan, Target Serap 2.000 Tenaga Kerja

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:59:01 WIB
Pemerintah Kota Bontang siapkan lahan seluas puluhan hektare untuk industri pengalengan ikan di kawasan Ring Road.

BONTANG — Kota Bontang tidak hanya dikenal sebagai kota industri migas. Kini, Pemerintah Kota setempat melalui DPMPTSP mulai membidik investasi di sektor kelautan dan perikanan, khususnya industri pengalengan ikan. Langkah ini diambil untuk mendiversifikasi ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi warga.

Kepala DPMPTSP Bontang, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema insentif bagi calon investor. “Kami buka karpet merah untuk industri pengalengan ikan. Semua perizinan akan dipermudah,” ujarnya dalam sebuah forum investasi beberapa waktu lalu.

Potensi Ikan Melimpah, Infrastruktur Pelabuhan Jadi Daya Tarik

Bontang memiliki garis pantai yang panjang dan didukung oleh Pelabuhan Tanjung Laut yang relatif modern. Hal ini menjadi nilai tambah bagi investor yang ingin mendirikan pabrik pengalengan, karena akses logistik bahan baku dan distribusi produk jadi dinilai sangat efisien.

Selain itu, ketersediaan ikan tongkol, cakalang, dan tuna di perairan Kalimantan Timur cukup melimpah. Selama ini, sebagian besar hasil tangkapan nelayan Bontang justru dijual dalam bentuk segar ke luar daerah tanpa proses pengolahan bernilai tambah.

Lahan Industri Disiapkan di Kawasan Ring Road

Pemkot Bontang disebut telah menyiapkan lahan seluas puluhan hektare di kawasan Ring Road untuk kawasan industri perikanan terpadu. Lahan tersebut akan dilengkapi dengan akses listrik dan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

DPMPTSP menargetkan investasi ini tidak hanya mendatangkan pabrik, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri pendukung seperti cold storage dan pabrik es. “Kami tidak mau hanya jadi penonton. Industri pengalengan ikan ini bisa memutus rantai ketergantungan pada sektor migas,” tambah Kepala DPMPTSP.

Berapa Target Investasi dan Tenaga Kerja?

Meski angka pasti investasi belum diumumkan, pemerintah menargetkan pabrik pengalengan ikan ini mampu menyerap sedikitnya 2.000 tenaga kerja lokal. Proses rekrutmen nantinya akan diprioritaskan bagi warga Bontang dan sekitarnya.

Dari sisi investasi, nilai proyek diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, mengingat kebutuhan mesin pengalengan otomatis dan sistem rantai dingin yang cukup kompleks. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan investor asing dari Jepang dan Thailand yang sudah berpengalaman di industri ini.

Tahap Selanjutnya: Sosialisasi ke Nelayan dan Koperasi

Setelah kepastian lahan dan insentif, Pemkot Bontang akan menggelar sosialisasi kepada kelompok nelayan dan koperasi perikanan. Tujuannya agar pasokan bahan baku ke pabrik nantinya berjalan stabil dan menguntungkan kedua belah pihak.

“Kami ingin nelayan lokal menjadi pemasok utama, bukan hanya penonton. Model kemitraan akan disiapkan agar harga ikan di tingkat nelayan tetap menguntungkan,” pungkas Kepala DPMPTSP.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top