PENAJAM PASER UTARA — Tiga Koperasi Merah Putih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, sudah mulai beroperasi menjalankan unit usaha sesuai skema bisnis yang ditentukan. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) PPU, Muhammad Yusuf Basra, mengonfirmasi bahwa ketiga koperasi tersebut mendapat pendampingan dari asisten bisnis.
"Tiga Koperasi Merah Putih sudah mulai beroperasi menjalankan unit usaha masing-masing sesuai skema bisnis yang telah ditentukan," ujar Yusuf Basra, Kamis.
Ketiga koperasi yang sudah aktif itu berlokasi di Desa Girimukti, Desa Sidorejo, dan Desa Telemow. Salah satunya sudah menjalin kerja sama dengan Bulog untuk memastikan pasokan beras. Hasil pertanian warga juga dapat dipasarkan melalui koperasi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Koperasi Merah Putih tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai konsumen. Warga lokal juga dilibatkan sebagai pemasok komoditas yang dijual. Dengan pendampingan asisten bisnis terkait akses dan manajemen usaha, koperasi diharapkan tidak mematikan usaha masyarakat yang sudah berjalan.
Kendaraan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan membuka lapangan kerja. "Koperasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi warga," kata Yusuf.
Koperasi Merah Putih telah dibentuk di 54 desa dan kelurahan yang ada di PPU melalui mekanisme musyawarah. Hingga kini, tiga koperasi sudah beroperasi, sementara 51 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan gedung, gerai, dan gudang.
Progres pembangunan 51 koperasi itu bervariasi, mulai dari tahap awal hingga tahap penyelesaian akhir. Pemerintah daerah terus mendorong percepatan agar seluruh koperasi bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.