SAMARINDA — Stadion Segiri Samarinda dipastikan akan menjadi lautan doa dan ketegangan saat Borneo FC menjalani laga penentuan di penghujung musim. Di tengah asa untuk meraih gelar juara, pihak manajemen justru mengingatkan para suporter untuk tidak terbawa euforia berlebihan yang bisa berujung pada pelanggaran aturan.
Manajemen klub secara resmi meminta Pusamania untuk menahan diri dari aksi menyalakan flare dan petasan. Selain melanggar regulasi liga, tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pemain, ofisial, dan penonton lain yang memadati tribun.
"Kami memahami antusiasme dan dukungan luar biasa dari Pusamania. Namun, kami meminta agar dukungan diberikan dengan tertib dan sportif," demikian pernyataan resmi manajemen yang dikutip dari rilis yang beredar.
Laga penutup musim ini bukan sekadar pertandingan biasa. Borneo FC masih bergantung pada hasil laga lain untuk mengamankan posisi juara, menjadikan atmosfer di Stadion Segiri sangat emosional. Penggunaan flare kerap memicu sanksi berat dari PSSI, seperti denda hingga pengurangan kapasitas stadion pada laga selanjutnya.
Alih-alih merayakan dengan kembang api, manajemen berharap Pusamania menciptakan rekor dukungan vokal terkeras yang justru menjadi pembeda dan kebanggaan tersendiri. Suara gemuruh dari tribun dinilai lebih efektif memberikan tekanan mental kepada tim lawan.
Meski peluang juara tidak sepenuhnya di tangan sendiri, semangat Pusamania tak pernah surut. Mereka dijadwalkan memadati Stadion Segiri sejak pagi untuk memberikan motivasi tambahan bagi skuad Pesut Etam.
Beberapa koordinator suporter bahkan telah menyiapkan koreografi raksasa sebagai bentuk dukungan visual. Mereka berharap, dengan tidak adanya insiden flare, fokus tim dan wasit tidak terganggu selama 90 menit pertandingan berlangsung.
Pihak keamanan stadion dan panitia pelaksana telah menyiagakan personel tambahan untuk mengawasi setiap sudut tribun. Jika ada oknum yang kedapatan menyalakan flare, sanksi tegas berupa larangan masuk stadion untuk beberapa pertandingan ke depan sudah menanti.
"Kami tidak main-main. Ini untuk kebaikan bersama. Jangan sampai euforia sesaat merusak perjalanan panjang tim di musim ini," tegas perwakilan panpel dalam kesempatan terpisah.