BALIKPAPAN — Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan kepengurusan baru Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim periode 2026–2030 harus memiliki visi besar untuk meningkatkan prestasi. Ia menyebut potensi besar Kaltim dengan 1.000 meja biliar, namun minimnya fasilitas nomor tanding seperti snooker menjadi pekerjaan rumah utama.
Rusdiansyah mengungkapkan, jumlah meja biliar di Kaltim mencapai sekitar 1.000 unit. Samarinda menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, 450 meja, disusul Balikpapan dengan 300 meja. Sebaliknya, Mahakam Ulu hanya memiliki lima meja dan Kutai Barat sekitar 15 meja.
“Fasilitas yang ada mayoritas hanya untuk nomor bola 9, 10, dan 15. Ini yang harus menjadi perhatian serius pengurus baru,” kata Rusdiansyah dalam forum Musorprov di Hotel Platinum, Balikpapan.
Ia menyoroti minimnya fasilitas snooker. Kaltim saat ini hanya memiliki satu meja snooker, yang merupakan aset eks PON Kaltim 2008. “Jika ini dibenahi, target 2 emas di PON 2028 bukan hal yang mustahil,” ujarnya.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman, menilai pengelolaan cabang olahraga ke depan tidak bisa lagi formalitas. Kondisi fiskal daerah yang tengah efisien anggaran membuat seluruh cabang olahraga harus lebih serius dan terukur.
Sebagai langkah konkret, Rasman mengusulkan regulasi baru bagi pengusaha rumah biliar di Kaltim. “Harus ada syarat regulasi baru. Jika ada pengusaha yang ingin membuka rumah biliar, minimal wajib menyediakan satu meja snooker. Ini penting demi mendukung regenerasi atlet di semua nomor tanding,” tegasnya.
Meski fasilitas timpang, Rusdi mengapresiasi capaian pengurus POBSI Kaltim periode 2022–2026 yang berhasil mempersembahkan satu medali perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Musorprov kali ini juga menjadi ajang suksesi kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2030.
Ketua POBSI Kaltim periode sebelumnya, Roymond, menyampaikan permohonan maaf sekaligus salam perpisahan kepada seluruh pengurus dan atlet. Agenda utama Musorprov adalah pemilihan ketua baru, yang dibuka resmi oleh Ketua Bidang Organisasi PB POBSI, Yani Kainama.
Dua tokoh olahraga Kaltim, Abdul Rachman Agus dan Sapto Pramono, disebut siap bersaing memperebutkan kursi Ketua POBSI Kaltim periode 2026–2030. Siapa pun yang terpilih, pekerjaan rumah membenahi fasilitas snooker dan meraih dua emas di PON 2028 sudah menanti.