Pemkab Kutim Uji Coba Bus Sekolah Listrik Perdana di Sangatta Utara

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 15:14:01 WIB
Bus sekolah listrik perdana di Kutai Timur mulai diuji coba melayani rute Hotel Pinang hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

SANGATTA — Satu unit bus sekolah berbasis listrik resmi memulai masa uji coba di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Senin (4/5/2026). Peluncuran armada perdana ini dilakukan di Lapangan Kantor Bupati Kutim untuk menjawab keluhan pelajar di kawasan Sangatta Utara yang selama ini minim akses transportasi publik.

Bus ini diproyeksikan menjadi alternatif transportasi bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah. Kehadiran armada listrik tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pelajar terhadap kendaraan pribadi maupun jasa ojek yang biayanya cukup membebani pengeluaran harian orang tua.

Rute Perdana: Hotel Pinang hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono, menjelaskan bahwa tahap awal ini merupakan fase krusial untuk melihat efektivitas layanan di lapangan. Pemerintah ingin memastikan ketepatan waktu dan kenyamanan siswa sebelum layanan ini diperluas ke wilayah lain.

“Bus dijadwalkan mulai uji coba sehari setelah peluncuran dan resmi beroperasi Rabu mendatang melayani rute Hotel Pinang hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara,” ujar Mulyono saat memberikan keterangan di lokasi peluncuran.

Layanan bus sekolah ini melewati jalur strategis, termasuk Jalan APT Pranoto, yang menjadi urat nadi aktivitas pendidikan di Sangatta Utara. Seluruh biaya operasional, mulai dari gaji pengemudi hingga perawatan kendaraan, saat ini ditanggung sepenuhnya oleh Dinas Perhubungan Kutai Timur.

Evaluasi Keterisian Penumpang dan Ketepatan Waktu

Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga aspek teknis kendaraan listrik. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memantau tingkat keterisian penumpang (load factor) di setiap titik jemput serta konsumsi daya baterai bus selama melintasi rute perbukitan di Sangatta.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengakui bahwa kebutuhan transportasi pelajar masih menjadi persoalan pelik di wilayahnya. Banyak kawasan pemukiman baru yang belum terjangkau oleh trayek angkutan umum reguler, sehingga siswa terpaksa berjalan kaki cukup jauh.

“Bus sekolah ini diharapkan membantu anak-anak yang belum terlayani angkutan umum serta meringankan beban orang tua siswa dalam aktivitas harian mereka,” kata Ardiansyah.

Potensi Penambahan Armada dan Target Bebas Emisi

Meski disambut antusias, Bupati mengakui jumlah satu unit armada saat ini masih sangat terbatas. Kapasitas bus belum mampu menjangkau seluruh kecamatan di Kutai Timur yang memiliki tantangan geografis berbeda. Sejumlah kecamatan di luar Sangatta sudah mulai mengusulkan pengadaan bus serupa ke pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten membuka peluang penambahan unit bus pada tahun anggaran berikutnya jika hasil uji coba ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Selain mempermudah akses pendidikan, penggunaan teknologi listrik merupakan bagian dari komitmen daerah dalam menekan emisi gas buang dari kendaraan berbahan bakar fosil.

Kehadiran bus sekolah listrik ini menandai langkah awal Kutai Timur dalam mengadopsi transportasi publik modern yang ramah lingkungan. Ke depan, sinkronisasi jadwal sekolah dengan jadwal keberangkatan bus menjadi prioritas utama agar tidak ada siswa yang terlambat masuk kelas.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Back to top