Pencarian

Suahasil Yakin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5,5% pada Semester II-2026

Jumat, 25 September 2026 • 09:21:01 WIB
Suahasil Yakin Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5,5% pada Semester II-2026
Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5 persen pada kuartal III dan IV 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui 5,5% pada kuartal III dan IV 2026. Keyakinan itu disampaikan di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi pasar. Pemerintah tetap memelihara aspirasi jangka panjang menuju level 6%.

Proyeksi tersebut disampaikan Suahasil dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Ia menilai laju ekspansi pada paruh kedua tahun ini akan ditopang oleh solidnya indikator fundamental ekonomi domestik.

"Proyeksi pertumbuhan kita masih lihat bahwa saya yakin di Q3, Q4, di setengah tahun kedua ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen, dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik," kata Suahasil.

Indikator Fundamental Jadi Penopang Utama

Suahasil tidak merinci satu per satu indikator yang dimaksud. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah terus mencermati dinamika pasar internasional dan aktivitas ekonomi dalam negeri sebagai dua variabel utama yang menentukan arah pertumbuhan.

Ketidakpastian geopolitik global menjadi faktor yang paling dipantau. Pergerakan harga komoditas, arus modal asing, dan kebijakan moneter negara-negara besar menjadi variabel yang bisa mempengaruhi kinerja ekspor dan investasi Indonesia pada semester kedua.

Aspirasi 6 Persen Masih Dipedoman

Di luar proyeksi jangka pendek, pemerintah tetap memelihara target jangka panjang untuk mengakselerasi pertumbuhan menuju level 6 persen. Suahasil menyebut angka itu sebagai aspirasi yang tidak dilepaskan dari perhitungan kondisi global saat ini.

"Kalau aspirasi kita menuju 6 persen. Kondisi dunianya seperti ini kita lihat bagaimana gerak ekonomi Indonesia," ujarnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah tidak menetapkan tenggat spesifik untuk mencapai level 6 persen. Arah kebijakan akan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi global yang dinamis.

Arti bagi Pelaku Pasar dan Investor

Proyeksi di atas 5,5 persen pada semester II-2026 memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar. Pertumbuhan yang solid berpotensi mendorong kinerja emiten di sektor konsumsi, perbankan, dan infrastruktur yang sensitif terhadap daya beli dan belanja pemerintah.

Bagi investor, angka tersebut menjadi acuan dalam menilai prospek laba emiten pada laporan keuangan kuartal III dan IV mendatang. Namun, realisasi proyeksi ini masih bergantung pada stabilitas eksternal, terutama arah suku bunga global dan harga komoditas.

Pemerintah sendiri belum mengumumkan paket kebijakan baru yang menyertai proyeksi ini. Fokus saat ini masih pada menjaga momentum pertumbuhan yang sudah berjalan sambil memantau risiko dari luar.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks