BONTANG — Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan penanganan stunting tidak bisa lagi dilakukan secara ego sektoral. Menurut dia, kolaborasi lintas dinas menjadi kunci utama agar intervensi gizi di lapangan efektif dan tepat sasaran.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar target penurunan stunting Kota Bontang dapat tercapai,” ujar Agus Haris, Jumat (5/6/2026).
Kecamatan Bontang Utara Kantong Kerentanan Terbesar
Berdasarkan hasil rekonsiliasi data per Mei 2026, sebanyak 6.770 keluarga di Bontang masuk kategori berisiko stunting. Sebanyak 3.517 keluarga di antaranya berada di Kecamatan Bontang Utara, menjadikan wilayah itu sebagai zona merah dengan konsentrasi tertinggi.
Data tersebut juga mencatat jumlah ibu hamil mencapai 939 orang, ibu nifas 487 orang, anak bawah dua tahun (baduta) sebanyak 3.493 jiwa, dan balita 6.357 anak. Angka ini menunjukkan besarnya kelompok rentan yang harus dijangkau program pemerintah.
Operasi Timbang Serentak: Menyisir Data Riil di Lapangan
Operasi Timbang Serentak yang akan berlangsung sepekan penuh itu dibahas dalam Rapat Lintas Sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah ingin memastikan data yang digunakan untuk intervensi gizi bersifat valid dan akurat.
Agus Haris menambahkan, intervensi di lapangan hanya akan efektif jika didasari data yang benar. Operasi ini diharapkan melahirkan peta penanganan yang lebih tepat sasaran, bukan sekadar angka di atas kertas.
Mengapa Stunting di Bontang Jadi Perhatian Serius?
Dengan 1.508 balita yang sudah teridentifikasi stunting, kondisi ini mengancam masa depan generasi muda di kota industri tersebut. Angka kerentanan keluarga yang besar—6.770 rumah tangga—menjadi alarm bagi pemerintah untuk bergerak cepat.
Pemerintah Kota Bontang menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Operasi timbang serentak pekan depan menjadi langkah awal untuk memastikan tidak ada satu pun balita yang terlewat dari pemantauan. [RE]