BALIKPAPAN — Puluhan siswa MTs Negeri 1 Balikpapan mendapat pelatihan langsung menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dari dosen Poltekkes Kemenkes Kaltim. Program bertajuk Satu Rumah Satu Jumantik ini diinisiasi untuk membentuk kader kesehatan sejak dini di lingkungan sekolah dan rumah.
Mengapa Pelajar Jadi Sasaran Utama?
Tim pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Kaltim menilai bahwa anak usia sekolah merupakan agen perubahan yang efektif. Mereka bisa menyebarkan kebiasaan memeriksa jentik nyamuk ke keluarga masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas itu diisi dengan demonstrasi langsung cara memeriksa tempat penampungan air. Para siswa juga diajak mempraktikkan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti menggunakan media sederhana.
Langkah Konkret di Kelas: Dari Teori ke Praktik
Sosialisasi tidak hanya berhenti pada pemaparan materi. Para dosen membawa alat peraga berupa telur, jentik, dan nyamuk dewasa dalam wadah transparan agar siswa bisa melihat langsung proses metamorfosis.
Setiap siswa kemudian diberi lembar pemantauan jentik yang harus diisi secara berkala di rumah masing-masing. Lembar itu akan dikumpulkan setiap pekan untuk dievaluasi oleh guru pembina UKS.
“Kami ingin kebiasaan ini menjadi rutinitas, bukan sekadar proyek sekolah. Kalau anak-anak sudah terbiasa, mereka akan mengingatkan orang tua di rumah,” ujar salah satu dosen Poltekkes Kemenkes Kaltim yang menjadi narasumber.
Apa yang Membedakan Program Ini?
Program Satu Rumah Satu Jumantik menargetkan setiap rumah memiliki minimal satu orang yang bertugas memeriksa jentik secara berkala. Di MTs 1 Balikpapan, para siswa yang sudah dilatih akan menjadi ujung tombak di lingkungan tempat tinggalnya.
Inisiatif ini lahir dari tingginya kasus DBD di Kalimantan Timur yang kerap meningkat saat musim hujan. Data Dinas Kesehatan Kaltim mencatat ratusan kasus DBD terjadi setiap tahun, dengan sebagian besar pasien adalah anak-anak dan remaja.
Bagaimana Tindak Lanjut ke Depan?
Pihak MTs 1 Balikpapan berencana menjadikan program ini sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler Kader Kesehatan Remaja. Setiap kelas akan memiliki koordinator Jumantik yang bertugas memastikan lingkungan sekolah bebas jentik.
Poltekkes Kemenkes Kaltim juga akan melakukan pemantauan berkala setiap tiga bulan sekali. Jika hasilnya positif, program serupa akan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kota Balikpapan.