Pencarian

Bupati Paser Minta PT Kideco Bangun Jembatan Penghubung Rantau Layung-Rantau Buta, Akses Warga Dua Desa Terputus

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:04:55 WIB
Bupati Paser Minta PT Kideco Bangun Jembatan Penghubung Rantau Layung-Rantau Buta, Akses Warga Dua Desa Terputus
Bupati Paser meminta PT Kideco membangun jembatan penghubung Rantau Layung dan Rantau Buta yang rusak parah.

PASER — Ribuan warga di dua desa di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, kini hanya bisa berharap pada realisasi pembangunan jembatan penghubung yang baru. Pasalnya, akses utama yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga Rantau Layung dan Rantau Buta sudah tidak layak fungsi dan nyaris ambruk.

Akses Warga Putus Total, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Kondisi jembatan eksisting yang menghubungkan kedua desa itu sudah dalam keadaan kritis. Warga terpaksa memutar jalur yang lebih jauh dan berbahaya untuk bisa menjangkau pasar, fasilitas kesehatan, dan sekolah. Bupati Fahmi Fadli menilai situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Kami minta PT Kideco ikut bertanggung jawab. Aktivitas perusahaan selama ini juga memanfaatkan akses dan lingkungan sekitar desa. Sudah saatnya ada kontribusi nyata untuk infrastruktur warga,” ujar Fahmi dalam pertemuan dengan manajemen perusahaan, pekan lalu.

Mengapa Baru Sekarang Permintaan Itu Disampaikan?

Menurut data di lapangan, kerusakan jembatan di titik Rantau Layung-Rantau Buta sudah terjadi sejak musim hujan tahun lalu. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkab Paser belum bisa merealisasikan pembangunan secara mandiri. Skema kemitraan dengan perusahaan tambang dinilai menjadi solusi paling cepat.

PT Kideco Jaya Agung sendiri selama ini dikenal memiliki program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang cukup besar di wilayah operasinya. Namun, sejumlah warga mengeluhkan bahwa program tersebut belum menyentuh kebutuhan infrastruktur dasar yang paling mendesak.

Jembatan Baru, Harapan Baru bagi Dua Desa

Pembangunan jembatan penghubung ini bukan sekadar proyek fisik. Bagi warga Rantau Layung dan Rantau Buta, ini adalah akses satu-satunya untuk menjual hasil pertanian dan perkebunan ke luar desa. Tanpa jembatan yang memadai, harga komoditas seperti sawit dan karet anjlok karena biaya transportasi membengkak.

“Kami berharap perusahaan tidak hanya bicara. Kalau jembatan jadi, kami bisa hemat ongkos hampir setengahnya,” ujar Hasan, salah satu tokoh pemuda Rantau Buta.

Langkah Selanjutnya: Negosiasi dan Survei Lapangan

Pemkab Paser berencana menggelar rapat teknis lanjutan dengan PT Kideco dalam waktu dekat. Fokus pembahasan akan mencakup desain jembatan, estimasi anggaran, serta jadwal pelaksanaan. Bupati menargetkan proses survei dan negosiasi rampung sebelum akhir tahun ini agar konstruksi bisa dimulai pada awal tahun depan.

“Kami tidak ingin ada janji tanpa kepastian. Warga sudah menunggu terlalu lama,” tegas Fahmi.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks