BALIKPAPAN — Rencana uji coba bansos digital di Balikpapan mulai menemui titik terang. Pemkot telah menyiapkan 365 agen Perlinsos yang akan menjadi ujung tombak distribusi bantuan kepada warga kurang mampu.
Uji Coba Bansos Digital: Bagaimana Mekanismenya?
Para agen Perlinsos ini nantinya bertugas mendampingi penerima manfaat dalam proses pencairan bansos. Sistem digital ini dirancang untuk memangkas rantai birokrasi dan mengurangi potensi kebocoran data penerima.
Pemkot belum merinci secara spesifik kapan uji coba dimulai dan berapa jumlah penerima yang akan dilibatkan pada tahap awal. Namun, penyiapan agen dalam jumlah besar mengindikasikan skema ini akan diujicobakan secara masif di beberapa kelurahan.
Mengapa 365 Agen? Ini Hitungan Pemkot
Jumlah agen Perlinsos yang mencapai 365 orang disesuaikan dengan kebutuhan pendampingan di lapangan. Setiap agen diperkirakan akan membawahi sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah tugasnya masing-masing.
Langkah ini juga menjadi antisipasi jika terjadi kendala teknis saat penerapan sistem baru. Dengan agen yang tersebar, pemkot berharap setiap persoalan bisa segera diatasi tanpa menghambat penyaluran bantuan.
Apa yang Berbeda dari Skema Bansos Konvensional?
Selama ini bansos di Balikpapan kerap disalurkan secara tunai atau melalui kantor pos. Dengan sistem digital, penerima manfaat akan menggunakan kartu atau aplikasi khusus untuk mencairkan bantuan di agen terdekat.
Pemkot menilai metode ini lebih efisien karena data penerima bisa langsung terintegrasi dengan sistem kependudukan. Dengan begitu, potensi duplikasi data atau penerima yang tidak lagi memenuhi syarat bisa diminimalkan.
Langkah Selanjutnya: Sosialisasi ke Warga
Setelah agen Perlinsos siap, Pemkot Balikpapan akan melakukan sosialisasi ke warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sosialisasi ini penting agar penerima manfaat tidak kebingungan saat sistem mulai berjalan.
Belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Balikpapan terkait anggaran yang digelontorkan untuk program ini. Namun, penyiapan 365 agen Perlinsos menjadi sinyal keseriusan pemkot dalam bertransformasi ke sistem bansos digital.